Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Jatim Luncurkan Forum Obrolan Covid-19

Kamis 26 Mar 2020 06:38 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Fakhruddin

Gejala Covid-19

Gejala Covid-19

Foto: Republika
Website ini bisa menjawab pertanyaan masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan website untuk masyarakat berkonsultasi seputar virus corona (Covid-19). Website tersebut diberi nama Forum Obrolan Covid-19 atau Fovid-19. Website ini diluncurkan merespon terus meningkatnya jumlah orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pemantauan (PDP) di wilayah setempat. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait Covid-19, bisa mengajukan pertanyaan melalui website forumcovid-19.jatimprov.go.id. Nantinya akan ada tim medis yang merupakan relawan, yang akan menjawab pertanyaan yang dilontarkan.

"Bisa chatting dengan mengunjungi laman seperti kemarin kalau ada hal yang ingin ditanyakan maka bisa akses fovid-19," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3).

Tim Satgas covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, forum covid-19 diluncurkan setelah melihat banyaknya masyarakat yang mengakses website self ceck up covid-19. Di mana pengakses website tersebut menembus angka 35 ribu orang. 

"Ternyata setelah self check up banyak yang ingin mengajukan pernyataan, kira-kira seperti ini, seharusnya saya ngapain. pertanyaan-pertanyaan itu kita coba jawab dengan Fovid-19," kata Jibril. 

Jibril menyatakan, website forumcovid-19.jatimprov.go.id akan menjawab seluruh pertanyaan secara langsung setiap saat. Setidaknya ada 1.800 relawan kesehatan yang tergabung dengan tim gugus tugas Covid-19 di Pemprov Jawa Timur. 

Jibril berharap, website ini bisa menjawab pertanyaan masyarakat seperti yang saat ini tengah ramai, penggunaan obat klorokuin. "Di sini ada dokter perawat yang akan membantu. Ternyata klorokuin ini bisa tapi harus dengan anjuran dokter. Sehingga tidak seperti di Amerika meminum secara banyak akhirnya berbahaya meninggal," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA