Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Cegah Penyebaran Covid-19, DIY akan Periksa Para Pendatang

Kamis 26 Mar 2020 01:10 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Wahyu Suryana   / Red: Nashih Nashrullah

Penyediaan Fasilitas Cuci Tangan. Fasilitas cuci tangan disediakan di beberapa titik jalur pedestrian Malioboro, Yogyakarta, Selasa (17/3). Fasilitas cuci tangan gratis ini sabagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid 19 di Malioboro. Wihdan/ Republika

Penyediaan Fasilitas Cuci Tangan. Fasilitas cuci tangan disediakan di beberapa titik jalur pedestrian Malioboro, Yogyakarta, Selasa (17/3). Fasilitas cuci tangan gratis ini sabagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid 19 di Malioboro. Wihdan/ Republika

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Pemeriksaan pendatang DIY sesuai imbauan gubernur.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKAKARTA – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan memeriksa pendatang yang datang ke DIY. Hal ini guna mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) dan upaya dalam menjaga keselamatan masyarakat. 

Baca Juga

"Kami sudah sampaikan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota agar lebih waspada terhadap para pendatang," kata juru bicara penanganan Covid-19 untuk DIY, Berty Murtiningsih, kepada wartawan, Rabu (25/3).

Dia mengatakan, hal ini dilakukan sesuai imbauan yang dikeluarkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Untuk itu, tiap pendatang juga diberikan edukasi terkait Covid-19 ini. Baik itu wisatawan maupun pemudik.

"Pendatang juga sudah diberikan edukasi untuk isolasi mandiri dan apabila ada gejala agar ke fasilitas layanan kesehatan," ujarnya. 

Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif terjangkit Coronavirus Disease (Covid-19) di DI Yogyakarta menjadi 18 orang. Dari 18 pasien positif itu, enam pasien berasal dari Kabupaten Sleman.

"Hasil pemeriksaan lab di BBTKLPP ada tambahan enam PDP yang dinyatakan positif atau terkonfirmasi yang beralamat di Sleman," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, kepada wartawan, Rabu (24/3).

Rinciannya, satu orang dari Kecamatan Gamping, satu orang dari Kecamatan Ngaglik, satu orang dari Kecamatan Ngemplak, dan satu orang dari Kecamatan Kalasan. Kemudian, dua orang PDP positif Covid-19 lain dari Kecamatan Depok. "Termasuk, satu yang sudah meninggal di RS Bethesda dua hari yang lalu," ujar Joko.

Untuk DIY, sampai Rabu (25/3) selain 18 positif ada satu orang dinyatakan sembuh dan tiga orang meninggal dunia. Ada pula 33 PDP negatif Covid-19, 64 PDP masih menunggu uji lab, dan sebanyak 115 orang dalam pengawasan (ODP).  

Sementara itu, mengurangi dan memutus penyebaran virus Corona (Covid-19), tidak ada kegiatan yang digelar di kawasan Malioboro, Yogyakarta pada Selasa Wage (24/3).

Biasanya, tiap Selasa Wage banyak kegiatan yang dilakukan, termasuk berbagai kegiatan seni. Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro, Ekwanto, mengatakan tidak adanya kegiatan yang digelar sesuai dengan instruksi dari Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta. Yakni tidak membuat kerumunan dengan meliburkan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh petugas. 

Selasa Wage kali ini juga dimanfaatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk melakukan pembersihan dan penyemprotan lapak dengan disinfektan. "Penyemprotan disinfektan dilakukan oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup, BPBD dan Damkar dengan menggunakan alat khusus beberapa hari lalu sudah dilakukan penyemprotan dengan menggunakan drone," katanya, Selasa (24/3).

Walaupun begitu, dia tetap mengimbau agar PKL terus menjaga kebersihan dan menyemprotkan disinfektan secara mandiri. Sebab, disinfektan juga bisa dibuat sendiri oleh masyarakat.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA