Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

AHY kepada Kader Demokrat: Lawan Corona!

Rabu 25 Mar 2020 15:28 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Karta Raharja Ucu

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
AHY mengeluarkan instruksi Gerakan Nasional Demokrat Lawan Corona

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader Demokrat untuk menjalankan “Gerakan Nasional Demokrat Lawan Corona” pada Senin (23/3) sore. Kader diminta menjalankan instruksi itu secara intensif, masif, dan terkoordinasi.

Dalam keterangannya, ada sejumlah poin dalam instruksi yang dikeluarkan AHY. Ia meminta seluruh kader untuk senantiasa menjaga kesehatan diri dan keluarganya antara lain dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik, membersihkan rumah dengan menggunakan disinfektan dan tindakan-tindakan sanitasi lain yang dianggap perlu.

"Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan vitamin, serta menjaga kondisi fisik dengan berolahraga dan istirahat yang teratur,” ujar AHY.

AHY juga menginstruksikan para kader untuk tetap berada dan atau berkegiatan di rumah masing-masing kecuali dalam keadaan darurat. Jika harus keluar rumah, jaga jarak paling tidak satu meter dengan orang lain (social distancing), serta mengenakan masker jika sedang batuk atau flu.

"Jika kita disiplin melakukan “karantina mandiri” atau “self-lockdown”, maka penyebaran Covid-19 bisa kita batasi,” kata AHY.

Jika ada kader yang merasa mengalami gangguan kesehatan, terutama bagi yang baru kembali dari daerah yang terlanda wabah atau yang merasa berinteraksi dengan orang yang positif terkena Virus Corona, maka wajib melaporkan dan atau memeriksakan diri ke dokter/puskesmas/rumah sakit terdekat.

“Jika dipandang perlu, maka lakukan isolasi diri selama 14 hari untuk meyakinkan keluarga dan lingkungan terdekat tidak terdampak oleh kemungkinan penyebaran Virus Corona," ujar Putra Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Kepada seluruh pengurus partai, AHY memastikan agar meniadakan semua agenda dan kegiatan partai yang mengharuskan kehadiran fisik, apalagi pengumpulan massa,

Dalam instruksi kelima, AHY meminta para kader partai, terutama yang menjadi Kepala Daerah dan Anggota Legislatif untuk melakukan aksi nyata dengan cara menghimpun dan mendistribusikan bantuan, dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan dirinya.

Bantuan yang dimaksud, jelas AHY, ditujukan baik bagi para pekerja medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani pasien Corona, maupun bagi masyarakat yang paling membutuhkan di daerah masing-masing.

"Bantuan bisa dalam bentuk perlengkapan medis seperti masker, hand sanitizer, sarung tangan, Alat Perlindungan Diri (APD) maupun cairan disinfektan untuk ruang-ruang publik," papar AHY.

Khusus kepada Ketua Fraksi PD DPR-RI, AHY meminta untuk membantu pemerintah melakukan tiga hal penting. Pertama, melakukan realokasi anggaran dan prioritas pembiayaan yang diperlukan dalam operasi penanggulangan Virus Corona, utamanya menambah kapasitas fasilitas kesehatan dan tenaga medis.

Fraksi Demokrat di DPR juga diminta merumuskan dan menjalankan kebijakan (policy response) serta tindakan pemerintah untuk menanggulangi gejolak ekonomi yang serius saat ini. Dan ketiga, melakukan kerja sama dengan negara lain, diantaranya untuk pengadaan alat kesehatan, khususnya test kit.

AHY juga meminta laporan secara berkala atas instruksi yang dikeluarkan, setiap harinya pada pukul 19.00 WIB. AHY meminta agar semua kegiatan positif terkait Gerakan Nasional Demokrat Melawan Corona ini didokumentasikan dengan baik serta dipublikasikannya secara luas, baik melalui media massa maupun media sosial.

“Gunakan #DemokratLawanCorona sebagai penguat dan penyemangat gerakan nasional ini,” ujar AHY.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA