Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

92 Anggota Pasukan Chad Tewas dalam Serangan Boko Haram

Rabu 25 Mar 2020 14:38 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Militan Boko Haram.

Militan Boko Haram.

Foto: AP
Serangan Boko Haram disebut yang paling mematikan bagi militer Chad.

REPUBLIKA.CO.ID, BOMA -- Presiden Chad Idriss Deby mengatakan setidaknya 92 anggota pasukan tewas dalam serangan Boko Haram. Deby menambahkan serangan tersebut merupakan yang paling mematikan bagi angkatan bersenjata di negara itu.

Baca Juga

"Kami kehilangan 92 pasukan, para perwira dan pasukan tanpa jabatan, ini pertama kalinya kami kehilangan begitu banyak pasukan," kata Deby seperti dilansir dari Aljazirah, Rabu (25/3).

Hal itu Deby sampaikan saat mengunjungi lokasi serangan di Provinsi Lac yang berada di perbatasan dengan Niger dan Nigeria. Serangan yang terjadi di Semenanjung Boma terjadi berlangsung selama tujuh jam.

Salah seorang tentara mengatakan pasukan bantuan yang dikirim ke sana juga terpukul mundur. Ia mengatakan sebanyak 24 kendaraan militer hancur, termasuk satu kendaraan lapis baja dan Boko Haram mencuri senjata dari speedboat militer.

"Musuh menyerang pertahanan kami dengan keras di zona ini," kata salah satu perwira senior.

Boko Haram memperluas wilayah serangan mereka di sekitar Lake Chad yang melingkupi perbatasan Kamerun, Chad, Niger dan Nigeria. Boko Haram mulai melancarkan serangan bersenjata di Nigeria pada 2009 sebelum mulai memperluasnya ke negara-negara sekitar.

Pada Selasa (24/3), militer Nigeria juga melaporkan sejumlah pasukan mereka juga terbunuh di negara bagian Borno dekat perbatasan dengan Chad. Dalam serangan di desa Gorgi para penyerang menggunakan peluncur granat dan senjata berat lainnya.

Belum diketahui persisnya siapa pelaku serangan. Tapi pasukan Boko Haram dan ISIS di Afrika Barat aktif di wilayah tersebut. Selama beberapa bulan terakhir Boko Haram juga meningkatkan serangan mereka di pulau-pulau Lake Chad Basin.

Sejak 2015, negara-negara di wilayah tersebut sudah bekerja sama membentuk Pasukan Gabungan Multinasional. Sebuah koalisi regional di sekitar Lake Chad dengan bantuan masyarakat setempat.

Berdasarkan data PBB Serangan-serangan Boko Haram selama satu dekade terakhir ini sudah menewaskan 36 ribu orang. Dua juta orang juga terpaksa mengungsi dari timur laut Nigeria.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA