Rabu 25 Mar 2020 09:45 WIB

Supermarket dan Apotek di UEA Boleh Buka 24 Jam

Supermarket dan apotek di UEA boleh buka 24 jam, jumlah pelanggan di dalam dibatasi.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Reiny Dwinanda
Toko kurma di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA). Supermarket dan apotek di UEA boleh buka 24 jam, namun jumlah pelanggan di dalamnya tetap dibatasi.
Foto: Wikimedia Commons
Toko kurma di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA). Supermarket dan apotek di UEA boleh buka 24 jam, namun jumlah pelanggan di dalamnya tetap dibatasi.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Kementerian Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Uni Emirat Arab (UEA) bersama Otoritas Darurat, Krisis, dan Bencana Nasional menyatakan gerai ritel makanan dan apotek diizinkan tetap buka selama 24 jam nonstop selama wabah Covid-19 melanda. Gerai tersebut di antaranya supermarket, koperasi, maupun toko kelontong.

Seperti dilansir laman the National, pemerintah meregulasi agar jumlah orang di dalam toko-toko itu tidak boleh melebihi 30 persen dari kapasitas penuhnya. Harus dipastikan pula bahwa pelanggan dan staf berada pada jarak fisik minimum yang disarankan, yaitu sejauh dua meter, untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Baca Juga

"Semua pihak yang terkait harus mematuhi langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh badan-badan otoritas negara untuk memastikan keselamatan publik dan kesejahteraan rakyat," kata kedua institusi tersebut dalam sebuah pernyataan bersama.

Pengumuman itu dikeluarkan beberapa hari setelah dua otoritas tersebut memerintahkan penutupan semua pusat komersial, pusat perbelanjaan, dan pasar ikan, pasar sayuran, dan pasar daging selama dua pekan. Mereka membuat pengecualian untuk gerai ritel makanan. Semua harus patuh sampai ada peninjauan dan evaluasi lebih lanjut.

Kementerian Dalam Negeri UEA mengungkapkan, masker hanya diperlukan untuk orang yang menderita penyakit kronis atau dengan gejala flu. Kementerian tersebut juga mengingatkan pentingnya mematuhi semua tindakan pencegahan dan mengikuti berita terbaru dari sumber-sumber resmi negara serta mengabaikan rumor.

UEA mengumumkan 50 kasus baru Covid-19 pada Selasa (24/3) waktu setempat dan empat orang yang sembuh. Beberapa pasien baru terinfeksi setelah berhubungan dengan kasus yang diumumkan sebelumnya. Sementara itu, pasien lainnya adalah pelancong yang diketahui telah terinfeksi di luar negeri.

Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di UEA kini mencapai 248. Kementerian Kesehatan UEA menyarankan anggota masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik serta menutup hidung maupun mulut mereka ketika batuk ataupun bersin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement