Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Memoar Woody Allen akan Dirilis Secara Nasional

Rabu 25 Mar 2020 00:20 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Memoar berbentuk otobiografi tersebut berkisah tentang keluarga dan karir Allen (Foto: Woody Allen)

Memoar berbentuk otobiografi tersebut berkisah tentang keluarga dan karir Allen (Foto: Woody Allen)

Foto: The Telegraph
Memoar berbentuk otobiografi tersebut berkisah tentang keluarga dan karir Allen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah sempat ditunda menyusul gelombang protes atas dugaan pelecehan seksual oleh Allen, sebuah penerbit independen telah merilis memoar sutradara film Woody Allen pada Senin (23/3) waktu setempat. Dalam sebuah pernyataan, Arcade Publishing mengatakan bahwa memoar Allen berjudul "Apropos of Nothing" akan dirilis secara nasional.

Baca Juga

Otobiografi itu digambarkan sebagai kisah pribadi yang jujur dan komprehensif tentang kehidupan, karir, dan hubungan Allen bersama keluarga serta teman. Sebelumnya, buku ini batal dirilis oleh Hachette Book Group yang berbasis di New York, setelah staf melakukan pemogokan dan gelombang kritik dari anak-anak Allen yakni Dylan dan Ronan Farrow.

Namun, sutradara pemenang empat kali Oscar ini berulang kali membantah tuduhan bahwa ia melakukan pelecehan seksual pada putri angkatnya, Dylan Farrow pada tahun 1992, ketika Dylan berusia 7 tahun.

“Woody telah menceritakan kisahnya secara komprehensif dalam bukunya; kami sangat merekomendasikan siapa pun yang memiliki pertanyaan membacanya,” kata juru bicara Allen seperti dilansir Reuters, Selasa (24/3).

Jeanette Seaver, salah satu pendiri Arcade Publishing, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan untuk merilis buku itu adalah masalah kebebasan berbicara. "Kami merasa penting untuk mendengar lebih dari satu sisi cerita dan yang lebih penting, tidak memadamkan hak penulis untuk didengar," kata Seaver.

"Ketika pembicara seringkali diteriaki atau bahkan diserang hanya karena memiliki sudut pandang yang berbeda, atau wartawan dilarang menghadiri konferensi pers, dan kebenaran sering dianggap sebagai berita palsu, kami sebagai penerbit lebih suka memberikan suara kepada penulis yang dihormati dan pembuat film, daripada tunduk pada tekanan politik dunia modern,” tambah Seaver.

Allen (84 tahun), adalah satu dari deretan sutradara, aktor, dan produser Hollywood yang telah dituduh melakukan pelecehan seksual dan menghadapi pengawasan ketat sejak gerakan #MeToo viral pada akhir 2017. Film Allen di tahun 2018 "A Rainy Day in New York" dikeluarkan dari rilis oleh Amazon Studios. Film terbarunya, "Rifkin’s Festival" difilmkan di Spanyol dan belum dirilis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA