Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

RS di Denpasar Sudah Bisa Uji Sampel Swap Pasien Corona

Selasa 24 Mar 2020 20:17 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik

Menkes Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan dokter di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Menkes Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan dokter di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
RSUP Sanglah dan FK Universitas Udayana bisa mulai tes 26 Maret 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, laboratorium RSUP Sanglah, Denpasar, sudah bisa melakukan uji sampel swab pasien dalam pengawasan corona atau Covid-19, mulai 26 Maret 2020.

"Kemarin, Senin (23/3) malam, reagen untuk melakukan uji ini sudah tiba di RSUP Sanglah. Hari ini sedang dilakukan uji coba, pihak laboratorium RSUP Sanglah dan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana sudah memastikan bahwa mulai hari Kamis, tanggal 26 Maret ini, laboratorium uji atau tes Covid-19 sudah bisa digunakan," kata Dewa Indra dalam keterangannya melalui video streaming, di Denpasar, Selasa (24/3).

Dengan demikian, lanjut dia, mulai 26 Maret mendatang, sejumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang kini berada di sejumlah RS rujukan di Provinsi Bali dapat mengirimkan sampel swabnya ke RSUP Sanglah.

Selain uji lab di RSUP Sanglah, untuk mempercepat tes bagi orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali juga telah mengupayakan membeli peralatan yang diperlukan dan alatnya diperkirakan tiba di Pulau Dewata pada 28 Maret mendatang.

Di samping itu, ucap Dewa Indra, pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan alat rapid test, yang tentu jika sudah tiba di Pulau Dewata akan segera digunakan.

Rapid testitu akan diprioritaskan bagi orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19, yakni para pekerja migran Indonesia yang sedang dikarantina, kemudian orang-orang yang pernah kontak dekat dengan kasus yang positif Covid-19.

"Mereka yang berada di karantina (30 orang), kalau hasil rapid test-nya negatif bisa segera pulang. Jadi tidak perlu sampai 14 hari," ujar mantan kepala pelaksana BPBD Bali itu.

Dewa Indra menambahkan, rapid test akan diprioritaskan bagi tenaga medis, paramedis, dan staf yang terkait dengan penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di sejumlah RS. "Sedangkan bagi PDP, uji sampel swabnya tetap di laboratorium RSUP Sanglah karena hasil uji lab presisinya lebih tinggi," katanya.

Dewa Indra mengatakan terkait perkembangan data pasien Covid-19, untuk Selasa (24/3) ada penambahan PDP sebanyak sembilan orang, yakni dua WNA dan tujuh WNI. Untuk kasus positif masih tetap sama dengan data sebelumnya, yakni ada enam kasus, empat WNA dan dua WNI.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA