Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Positif tanpa Gejala, Silakan Isolasi Sendiri

Selasa 24 Mar 2020 18:15 WIB

Red: Ratna Puspita

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

Foto: ANTARA/dhemas reviyanto
Yuri mengatakan, 80 persen kasus positif berada dalam gejala ringan sampai sedang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengimbau, pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa keluhan cukup mengisolasi diri di rumah masing-masing. Ia menyatakan, pasien dengan kategori tersebut tidak perlu membebani rumah sakit.

Baca Juga

"Sebenarnya dengan melakukan isolasi diri di rumah, ini sudah cukup bagus dan efektif. Itu yang kemudian akan kita dorong sehingga tidak seluruh kasus positif Covid-19 menjadi beban layanan rumah sakit," ujar Achmad Yurianto di Jakarta, Selasa (24/3).

Yuri mengatakan, sebenarnya hampir 80 persen kasus positif yang ada, secara statistik berada dalam keluhan atau gejala yang ringan atau ringan sampai sedang. UU No 6 Tahun 2018 tentang Karantina mengamanatkan, dalam kaitan penanganan penyakit menular ini terdapat tiga tahapan karantina dan salah satunya karantina perorangan.

"ini yang beberapa kali saya sampaikan sebagai self-isolation atau isolasi diri. Itu bisa menjadi efektif manakala bisa kita implementasikan di tengah-tengah masyarakat. Tentunya dengan kasus COVID-19 dengan keluhan ringan atau tanpa keluhan," kata Yuri dalam konferensi pers.

Sebelumnya, Yurianto mengatakan, jumlah kasus warga yang positif terpapar virus corona penyebab COVID-19 di Indonesia bertambah 107 kasus hingga menjadi 686 orang dengan angka kematian bertambah tujuh hingga total 55 orang. Yurianto mengemukakan, data yang dikumpulkan tersebut merupakan kasus yang dilaporkan dari 23 Maret pukul 12.00 WIB hingga 24 Maret pukul 12.00 WIB.

Ia memaparkan, dari 107 kasus baru itu berasal di antaranya dari DKI Jakarta (70 kasus), Jawa Timur (10 kasus), Banten (9 kasus), Sumatera Utara (5 kasus), Jawa Tengah (4 kasus), serta masing-masing satu kasus di DI Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Selatan, Sulawesi Utara, Riau dan Papua.

Sementara itu, ujar dia, tidak ada penambahan kasus yang sembuh sehingga yang telah sembuh secara kumulatif masih sama yaitu 30 orang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA