Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

14 Masjid di Bristol Ditutup

Selasa 24 Mar 2020 13:09 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Ani Nursalikah

14 Masjid di Bristol Ditutup. Foto ilustrasi.

14 Masjid di Bristol Ditutup. Foto ilustrasi.

Foto: BBC
Dewan Masjid Bristol menganggap keputusan menutup masjid hal terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebanyak 14 masjid di Kota Bristol, Inggris ditutup karena pandemi Covid-19. Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan anggota Dewan Masjid Bristol dan perwakilan dari badan kesehatan Inggris.

"Ini adalah keputusan terberat dalam hidupku," kata Ketua Dewan Masjid Bristol Arif Khan, seperti dikutip di BBC, Selasa (24/3).

Khan memastikan keputusannya menyetujui 14 masjid ditutup sudah berdasarkan pertimbangan matang agar orang-orang yang berada di masjid tidak terinfeksi virus corona. Menurut dia, saat ini masih ada sembilan masjid yang belum ditutup yang hanya bisa menampung sekitar 30 orang.

"Mengingat pandemi dan risiko kesehatan saat ini kita harus mengambil pertimbangan yang cermat untuk mengambil tindakan pencegahan," katanya.

Hazrat Bilal merupakan pusat studi Islam yang pertama ditutup pada 19 Maret menyusul wabah virus corona yang semakin ganas di wilayah itu. Dewan Masjid Bristol meminta umat Islam tetap berdoa di rumah masing meski masjid-masjid telah ditutup.

"Kami meminta semua saudara dan saudari memanjatkan doa mereka di rumah dan tidak perlu hadir di masjid untuk berdoa," katanya.

Masjid-masjid di Bristol biasanya ramai dikunjungi umat Muslim setiap Jumat. Setelah selesai shalat Jumat selain menggelar doa, biasanya digelar juga taklim dan anak-anak belajar Alquran dan bahasa Arab.

"Namun setelah ada wabah virus corona kegiatan itu dibatalkan," katanya.

Saat ini, Masjid Al Baseera dan Masjid Greenbank diyakini sebagai satu-satunya tempat ibadah umat Islam yang masih dibuka untuk shalat sehari-hari di wilayah kota Bristol.

Sebelumnya, Pejabat London menyebut lebih dari 10 ribu orang di Inggris kemungkinan telah terinfeksi virus corona. Hal itu diungkapkan ketika Pemerintah Inggris meningkatkan respons terhadap pandemi dengan tindakan baru guna menangkal penyebaran.

Kepala penasihat ilmiah Pemerintah Inggris, Patrick Vallance, menyebut jumlah sebenarnya infeksi corona berkisar antara 5.000 dan 10 ribu orang. Angka prediksinya berkali-kali lebih tinggi dari angka 590 kasus saat ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA