Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Gara-Gara Corona, Sejumlah Klub Jerman Terancam Gulung Tikar

Selasa 24 Mar 2020 13:01 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

 Pertandingan Liga Jerman atau Bundesliga (ilustrasi). Sejumlah klub Liga Jerman diperkirakan akan bangkrut jika wabah virus corona berlangsung lama.  EPA-EFE/DAVID HECKER

Pertandingan Liga Jerman atau Bundesliga (ilustrasi). Sejumlah klub Liga Jerman diperkirakan akan bangkrut jika wabah virus corona berlangsung lama. EPA-EFE/DAVID HECKER

Foto: David Hecker/EPA-EFE
Wabah Covid-19 mengancam eksistensi paling tidak setengah dari 36 klub di dua divisi.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Virus corona benar-benar menghantam dunia sepak bola, tak terkecuali Bundesliga. CEO Liga Sepak Bola Jerman (DFL) Christian Seifert memperingatkan beberapa klub Bundesliga terancam gulung tikar setelah pandemi Covid-19. 

Baca Juga

Seifert menyebut, situasi saat ini mengancam eksistensi paling tidak setengah dari 36 klub di dua divisi teratas. Dua divisi teratas sepak bola Jerman dihentikan sampai 2 April dan bisa diperpanjang jika virus yang berasal dari Wuhan, China itu menyebar ke penjuru Jerman. 

Menurut Seifert, lebih dari 10 ribu pekerjaan terancam hilang, dengan total 56 ribu orang yang bekerja untuk industri sepak bola Jerman. "Kami telah berada pada titik dimana Bundesliga harus mengakui, ya kami menciptakan produk dan jika kami tidak lagi memproduksinya, maka kami bisa hilang," jelas Seifert, dikutip dari Daily Mail, Selasa (24/3).

Klub-klub saat ini sedang mencari solusi untuk skenario terburuk sampai akhir Maret dalam pertemuan umum di Frankurt. Pertemuan itu untuk menenukan siapa yang bisa bertahan dalam krisis ini. 

Seifert mengatakan, minimnya pendapatan dari hak siar, sponsor dan tiket akan menimbulkan dampak yang sangat merusak klub dan mungkin beberapa akan bangkrut.

Meskipun gaji pemain dipotong, Seifert tidak yakin hal itu bisa membuat banyak perbedaan. "Itu mungkin hanya membuat mereka 'hidup' untuk sementara, tapi tidak untuk jangka panjang," ujar Seifert. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA