Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

137 Ribu Orang Isi Petisi Tolak Muslim Corona Dikremasi

Selasa 24 Mar 2020 07:52 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

137 Ribu Orang Isi Petisi Tolak Muslim Corona Dikremasi. Pejalan kaki mengenakan masker di Regents Park di London, Inggris, Senin (23/3). Pemerintah Inggris mendorong warga jaga jarak satu sama lain untuk menghentikan penyebaran virus corona.

137 Ribu Orang Isi Petisi Tolak Muslim Corona Dikremasi. Pejalan kaki mengenakan masker di Regents Park di London, Inggris, Senin (23/3). Pemerintah Inggris mendorong warga jaga jarak satu sama lain untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Foto: AP Photo/Frank Augstein
Menkes Inggris mengatakan ada kemungkinan kremasi jenazah corona.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah petisi di Change.org untuk melindungi penguburan jenazah Muslim selama pandemi virus corona atau Covid-19 telah terkumpul. Sejak Senin (23/3) pagi lebih dari 137 ribu tanda tangan sudah terkumpul menolak jenazah Muslim korban corona dikremasi di Inggris.

Petisi ini dibuat oleh Naveed Anwar di tengah kekhawatiran Muslim korban wabah Covid-19 yang meninggal akan dikremasi untuk mencegah risiko penyebaran wabah Covid-19. Petisi tersebut menyampaikan komunitas Muslim Inggris sangat menaruh perhatian terhadap rencana mengkremasi tubuh pasien Covid-19.

"Namun tindakan semacam itu (kremasi) bertentangan dengan kepercayaan semua Muslim dan kami membutuhkan jaminan pembakaran mayat Muslim tidak akan terjadi dalam keadaan apa pun," kata petisi tersebut, dilansir dari 5 Pillars, Senin (23/3).

Petisi tersebut menyampaikan, ingin Parlemen Inggris melindungi hak penguburan bagi setiap Muslim yang meninggal karena infeksi Covid-19. Naveed mengerti parlemen akan mempertimbangkan cara alternatif, tetapi sebagai seorang Muslim Inggris, cara lain selain penguburan tidak bisa diizinkan dan benar-benar tidak dapat diterima.

Banyak komentar telah dituliskan pada petisi tersebut. Ada yang menyampaikan mendukung petisi tersebut karena setiap orang memiliki hak memilih bagaimana jasad mereka diperlakukan setelah mati. "Tolong lindungi kepercayaan agama saya tentang pemakaman menurut Islam. Pemerintah jangan membuat pilihan untuk saya," ujar seseorang pada petisi tersebut.

Ada juga yang berbicara langsung dan tegas mengaku dirinya seorang Muslim dan ingin dikubur saat mati. Dia tidak ingin dikremasi karena tidak sesuai dengan kepercayaannya.

"Saya seorang Muslim dan ingin dimakamkan sebagai seorang Muslim," ujar orang yang turut menandatangani petisi itu.

Langkah-langkah darurat untuk menghadapi wabah Covid-19 akan disampaikan ke parlemen hari ini. Pemerintah memastikan langkah yang diambil untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat.

Para menteri mengatakan pemakaman individu tidak mungkin dapat dilakukan jika jumlah kematian akibat virus corona sangat banyak. Menteri Kesehatan Wales Vaughan Gething bahkan mengatakan mungkin akan ada dorongan melakukan kremasi jenazah dengan upacara peringatan di bulan-bulan mendatang.

Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris, Harun Khan mengatakan, di tengah-tengah pandemi Covid-19, masyarakat Muslim sangat mendukung pendekatan pemerintah Inggris mempertimbangkan semua kemungkinan dan menemukan cara optimal untuk mengalahkan virus ini. Dewan Muslim Inggris mendukung Dewan Pemakaman Nasional (Muslim) yang bekerja bersama komunitas agama lain serta kolaborasi dengan pejabat senior pemerintah Inggris untuk menyoroti pentingnya penguburan dalam keyakinan Muslim.

Harun menyampaikan, meski dilangsungkan proses penguburan risiko penyebaran wabah ini dapat dikurangi dengan cara yang tepat. Muslim ingin meyakinkan masyarakat mereka bekerja keras untuk memastikan kekhawatirannya diperhatikan.

Baca Juga

"Kami berharap sebuah solusi akan ditemukan, sambil mempertahankan pentingnya keyakinan tertentu yang sangat dipegang oleh komunitas agama kami," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA