Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Corona tak Halangi Semangat Petani Sumber Jaya Panen

Selasa 24 Mar 2020 00:42 WIB

Red: Gita Amanda

Kelompok tani yang diinisiasi oleh PT Karya Masyarakat Mandiri (KMM) Dompet Dhuafa. Tetap bekerja demi menghasilkan pangan yang sehat.

Kelompok tani yang diinisiasi oleh PT Karya Masyarakat Mandiri (KMM) Dompet Dhuafa. Tetap bekerja demi menghasilkan pangan yang sehat.

Foto: Dompet dhuafa
Panen sudah menghasilkan 42 jenis sayuran.

REPUBLIKA.CO.ID,  CIANJUR -- Jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) kembali meningkat mencapai 579 pada Senin (23/3). Dengan total korban yang meninggal menjadi 49 orang, dan jumlah yang sembuh mencapai 30 pasien.
Adanya mewabahnya virus corona. Paguyuban Sumber Jaya Tani Cianjur, sebuah kelompok tani yang diinisiasi oleh PT Karya Masyarakat Mandiri (KMM) Dompet Dhuafa. Tetap bekerja demi menghasilkan pangan yang sehat.

Bermodalkan alat pelindung diri (APD), para petani tetap setia memanen hasil tanam mereka. Hingga kini kelompok tani tersebut sudah menghasilkan 42 jenis sayuran. Adapun di antaranya tanaman horenzo, kentang merah, bengkoang dan masih banyak lagi. Dengan hasil panen yang mencukupi serta meningkatnya kebutuhan pangan, para petani tidak menaikkan sedikipun harga penjualannya. Apalagi banyak sayuran yang kami panen mengandung zat untuk meningkatkan daya imun tubuh, hal itu banyak di cari oleh masyarakat saat ini dengan merebak wabah corona.

"Walaupun lagi wabah corona (Covid-19) kita tetap usahakan memberikan panen yang terbaik. Kalau bukan kita siapa lagi?" ujar Maman selaku penerima manfaat program M3.

Para petani paguyuban juga sudah memiliki sertifikasi profesi dari Lembaga Sertifikasi Profesi ‘Ambisi’ di bawah kontrol BNSP.

Diketahui program yang disebut Mustahik to Muzakki bertagar Green Horti Cianjur Dompet Dhuafa (M3) sudah berjalan dari tahun 2016 di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

"Setelah program assessment dilakukan, sejumlah dana program dikucurkan untuk mengimplementasikan Teknologi Pertanian Sehat Tepat Guna (TPSTG) lalu dikembangkan komoditas sayuran (Hortikultura), " ujar Zainal Abidin Sidiq selaku Grup Head Argo Dompet Dhuafa.

Bisa dibilang dengan kondisi Indonesia saat ini. Mereka juga termasuk orang-orang yang berjasa dalam menanggulangi wabah COVID-19. Sebagaimana tim medis, wartawan, dan lainnya. Bahkan mereka menjadi tulang-punggung dalam memberikan pasokan pangan kepada masyarakat di tengah krisis yang sedang terjadi ini.

"Kami harus tetap di sini merawat tanaman pangan untuk anda. Anda tetap di rumah untuk kami," tutup Maman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA