Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Kepala BKPM Tegaskan Belum akan Revisi Target Investasi

Senin 23 Mar 2020 19:51 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tetap optimistis target realisasi investasi tahun ini bisa tercapai.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tetap optimistis target realisasi investasi tahun ini bisa tercapai.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tahun ini, BKPM targetkan realisasi investasi Rp 886 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tetap optimistis target realisasi investasi tahun ini bisa tercapai. Meski sampai Maret, virus corona masih menyebar di berbagai negara termasuk Indonesia. 

Baca Juga

Pada 2020, pemerintah menargetkan realisasi investasi dapat menembus Rp 886 triliun. "Sampai sekarang kita belum turunkan atau belum lakukan revisi target," tegas Kepala BKPM Bahlil Lahadalia kepada wartawan di Jakarta, Senin, (23/3).

Ia menjelaskan, BKPM membuat tiga simulasi target investasi yakni optimistis, moderat, serta pesimistis. "Tiga skenario itu sudah BKPM laporkan ke Presiden (Joko Widodo)," ujarnya. 

Tiga simulasi tersebut, kata dia, nantinya bakal diumumkan. "Kalau sekarang melihat grafik, pertumbuhan investasi pada kuartal I dibandingkan periode sama 2019, kita optimistis," tegas Bahlil. 

Baginya, BKPM harus optimistis sebab berhubungan dengan pengusaha. "Kalau kita nggak optimistis bagaimana? BKPM punya strategi untuk kolaborasi dengan pelaku usaha," kata dia. 

Bahlil yakin, ada harapan di tengah kesulitan. Salah satu harapannya yakni mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebab belajar dari sejarah, pada krisis 1998, pelaku UMKM yang dapat mempertahankan perekonomian di Tanah Air. 

"BKPM akan cover itu. Corona nggak boleh hambat kinerja BKPM," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA