Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Bus Sekolah Pun Dikerahkan untuk Bantu Perangi Corona

Senin 23 Mar 2020 22:29 WIB

Red: Andri Saubani

Pelajar berjalan menuju bus sekolah di halaman Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta, Rabu (30/8).

Pelajar berjalan menuju bus sekolah di halaman Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta, Rabu (30/8).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Bus-bus sekolah di DKI akan difungsikan sebagai sarana transportasi tenaga medis.

REPUBLIKA.CO.ID, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengerahkan 30 unit bus sekolah untuk transportasi tenaga medis di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta, Senin (23/3) pagi. Bus-bus ini dikerahkan kala sekolah-sekolah di DKI masih diliburkan.

"Pada pukul 05.00 WIB semua kru Bus Sekolah menjalani tugas hari pertama transportasi tenaga medis," kata Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (Upas) Dinas Perhubungan DKI, Ali Murthadho, di Jakarta.

Operasional transportasi khusus tenaga medis Covid-19 dimulai dengan agenda penjelasan singkat (briefing) seputar standar operasional prosedur kerja (SOP). Pemahaman terkait SOP kerja wajib dipahami dan diterapkan seluruh sopir maupun awak kendaraan mengingat kegiatan ini menjadi kali pertama mereka jalani.

"Karena tugasnya cukup berat dan ini pengalaman pertama bagi tim," katanya.

SOP itu seperti penggunaan alat pelindung diri, mencuci tangan sebelum dan setelah antarjemput serta pengecekan kesehatan sopir dan awak transportasi. Kegiatan briefing dilakukan di lapangan parkir Bus Sekolah kawasan Hek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Selanjutnya armada transportasi tenaga medis disebar ke empat rumah sakit umum daerah di Jakarta di antaranya RSUD Cengkareng, Pasar Minggu, Tarakan dan RSUK Duren Sawit. Petugas menjemput sejumlah tenaga medis dari kalangan dokter, perawat serta pegawai rumah sakit yang bekerja di giliran (shift) malam.

Mereka diantar menuju ke rumah masing-masing di wilayah Jabodetabek. Bus dioperasikan dua giliran, setiap giliran diawaki oleh 60 tenaga penyedia jasa lainnya orang perorangan(PJLP), sehingga total tenaga PJLP, yang ditugaskan Senin ini ada 120 orang.

Menurut Ali, para PJLP yang bertugas dibekali dengan masker dan sarung tangan. Pihaknya berpesan agar kedua alat pelindung diri selalu dikenakan selama menjalankan tugasnya di lapangan, demi keamanan diri dan orang lain.

Baca Juga

Sehari sebelumnya, bus-bus itu disterilisasi oleh pihak Palang Merah Indonesia (PMI). Menurut Kepala Satgas Penanganan Covid-19 PMI Jakarta, Aguy Gurhadi, bus-bus itu nantinya akan diprioritaskan untuk sarana transportasi tenaga medis.

"Ada 50 bus sekolah yang hari ini kami sterilkan. Kendaraan ini akan kami gunakan untuk mengangkut paramedis," kata Aguy.

Kegiatan sterilisasi bertempat di lapangan parkir Hek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya di depan lapangan parkir taksi. Kegiatan berupa penyemprotan cairan disinfektan.

Aguy mengatakan, kegiatan itu merupakan kerja sama PMI dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dalam rangka mitigasi pencegahan penyebaran virus corona tipe baru penyebab Covid-19. Penyemprotan disinfektan terhadap fasilitas anak sekolah itu melibatkan 300 relawan PMI yang disebar hari ini di seluruh wilayah Jakarta.

Puluhan bus sekolah jenis Elf maupun bus berwarna kuning itu akan dimanfaatkan untuk keperluan transportasi tenaga medis untuk mengantar pasien rujukan maupun mobilitas dokter dan perawat rumah sakit. Armada tersebut akan bergerak ke empat rumah sakit rujukan pemerintah, di antaranya RSPI Sulianti Saroso, RSUP Persahabatan, dan RSPAD Gatot Subroto. Armada itu akan bergerak dari poin yang dituju ke rumah sakit rujukan.

"Jangan sampai tim terpapar," katanya.

Pergerakan bus sekolah juga dibatasi hanya pada jalur tujuan rumah sakit rujukan. Kru yang ada di awak bus akan bersifat tetap.

"Tempat istirahatnya ditetapkan secara khusus," ujarnya.

Terhadap kru yang bertugas juga diseleksi berdasarkan kriteria usia maksimal 30 tahun dengan alasan kemampuan stamina. Ia mengungkapkan, kru akan dicek kesehatannya secara rutin.

"Kami akan prioritaskan usia 30 tahun maksimum untuk tugas ini," ujarnya.

photo
Akselerasi Kasus dan Kematian Akibat Corona di Indonesia - (Infografis Republika.co.id)

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA