Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Pahala di Rumah Saat Wabah Setimpal dengan Mati Syahid

Senin 23 Mar 2020 19:35 WIB

Rep: Febryan A./ Red: Ani Nursalikah

Pahala di Rumah Saat Wabah Setimpal dengan Mati Syahid. Siswa SDI Az Zakiyah Rahadian Ahmad (9) mengerjakan tugas sekolah di kediamannya di Bandung, Rabu (18/3). Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah sebagai antisipasi penyebaran SARS COV-2 di Bandung. Sebagai gantinya siswa diwajibkan belajar secara mandiri dan online dari rumah masing-masing

Pahala di Rumah Saat Wabah Setimpal dengan Mati Syahid. Siswa SDI Az Zakiyah Rahadian Ahmad (9) mengerjakan tugas sekolah di kediamannya di Bandung, Rabu (18/3). Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah sebagai antisipasi penyebaran SARS COV-2 di Bandung. Sebagai gantinya siswa diwajibkan belajar secara mandiri dan online dari rumah masing-masing

Foto: Yogi Ardhi/Republika
Berdiam di rumah ikhtiar terbaik menghindari penyebaran virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi virus corona jenis baru yang menyebabkan penyakit Covid-19 masih melanda dunia, tak terkecuali Indonesia. Namun demikian, masih saja ada masyarakat yang enggan berdiam diri di rumah untuk mencegah penularannya sebagaimana diminta pemerintah.

Padahal, berdiam diri di rumah saat wabah melanda suatu negeri pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan, disebutkan mereka yang mau berdiam diri di kediaman masing-masing akan mendapatkan pahala setimpal dengan seorang yang mati syahid.

Hal ini terdapat dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari (3474), an-Nasa’i di dalam as-Sunan al-Kubra (7527) dan Ahmad (26139) lafadz hadis ini riwayat Ahmad. Berikut petikan hadits tersebut:

عن عائشة أم المؤمنين رضي الله عنها قالت : سألتُ رسولَ اللهِ ﷺ عن الطاعونِ ، فأخبَرَني رسولُ اللهِ ﷺ: أنَّه كان عَذابًا يَبعَثُه اللهُ على مَن يَشاءُ، فجعَلَه رَحمةً للمُؤمِنينَ، فليس مِن رَجُلٍ يَقَعَ الطاعونُ فيَمكُثُ في بَيتِه صابرًا مُحتَسِبًا يَعلَمُ أنَّه لا يُصيبُه إلّا ما كَتَبَ اللهُ له إلّا كان له مِثلُ أجْرِ الشَّهيدِ.

إسناده صحيح على شرط البخاري • أخرجه البخاري (٣٤٧٤)، والنسائي في «السنن الكبرى» (٧٥٢٧)، وأحمد (٢٦١٣٩) واللفظ له.

"Dari Aisyah Ummul Mukminin ra, Beliau berkata: Saya pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang tha’un (wabah penyakit), lalu Rasulullah SAW memberitahukan kepadaku wabah itu adalah siksa yang dikirim Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang beriman.

Siapa yang menghadapi wabah lalu dia bersabar dengan tinggal di dalam rumahnya seraya bersabar dan ikhlas sedangkan dia mengetahui tidak akan menimpanya kecuali apa yang telah ditetapkan Allah kepadanya, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mati syahid."

Baca Juga

photo
Muslim/Ilustrasi - (Republika/Prayogi)

Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah Muhammad Ziyad mengonfirmasi hadits itu shahih. Konteks hadits tersebut ketika terjadi wabah penyakit menular yang ganas di zaman Nabi.

Ustadz Ziyad mengatakan, hadist itu menjelaskan ketika terjadi wabah menular, lalu orang berada di rumah saja untuk menghindari agar tidak tertular atau menularkan penyakit ke orang lain, maka orang itu mendapat pahala mati syahid meski yang bersangkutan tidak mati dalam wabah tersebut. "Oleh karena itu, Nabi SAW mendorong mari tinggal di rumah, toh Allah memberi pahala yang mulia tersebut," kata Ustadz Ziyad kepada Republika.co.id, Senin (23/3).

Mengacu pada kondisi sekarang, Ustadz Ziyad mengimbau umat Islam di Indonesia tetap tinggal di rumah sebagai ikhtiar terbaik menghindari penyebaran virus corona. "Menghindarkan diri dari kemudaratan untuk menyelamatkan jiwa dari bahaya virus corona merupakan bagian dari inti ajaran Islam dalam maqashid syari'ah, yaitu menjaga/menyelamatkan jiwa (hifz al-Nafs)," ujarnya.

Terlebih, para ulama di Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah berfatwa untuk memandu umat dalam beragama atau beribadah dalam situasi mewabahnya virus corona. "Mari kita ikuti dan taati para ulama yang kredibel dan 'alim itu (karena mereka) dalam berfatwa berdasar pada Alquran dan hadist Nabi SAW," ujarnya.

Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, berdasarkan data pemerintah hingga Senin (23/3) sore, sudah terdapat 579 orang yang positif terjangkit. Dari total kasus tersebut, 49 meninggal dan 30 orang berhasil sembuh.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA