Senin 23 Mar 2020 18:56 WIB

Cegah Corona, Raja Ampat Tutup Semua Destinasi

Penutupan destinasi wisata oleh Pemkab Raja Ampat mendapat dukungan dari travel.

Pantai Waiwo di Raja Ampat, Papua (ilustrasi)
Foto: Google
Pantai Waiwo di Raja Ampat, Papua (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WAISAI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, menutup semua destinasi wisata di daerah tersebut. Ini sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona yang semakin meningkat di Indonesia.

Surat edaran dengan nomor 440/101/Setda tertanggal 22 Maret 2020 yang diterima Senin (23/3) telah disebarluaskan di kalangan masyarakat, operator wisata, dan para pemandu wisata yang ada di Kabupaten Raja Ampat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo, membenarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah menutup semua destinasi wisata selama 14 hari ke depan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona baru. "Hari ini surat edaran bupati untuk penutupan semua destinasi wisata Raja Ampat sudah dikeluarkan," ujarnya.

Penutupan semua destinasi wisata oleh Pemkab Raja Ampat mendapat dukungan dari travel yang beroperasi di daerah tersebut sebagai upaya pencegahan virus corona.

Pemilik Utedencha Travel dan Tour Raja Ampat, Yulius Ricky mengatakan, pihaknya mendukung langkah Pemkab Raja Ampat menutup semua destinasi wisata sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. "Bagi saya langkah Pemkab Raja Ampat tepat untuk melindungi masyarakat dari penyebaran virus corona yang saat ini melanda Indonesia," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ranny Iriani Tumundo, pemilik Ethnic Journey Tour dan Travel Raja Ampat, yang sangat mendukung kebijakan pemerintah daerah menutup destinasi wisata guna pencegahan virus corona. "Langkah Pemkab Raja Ampat sangat tepat karena lebih baik mencegah daripada mengobati," jelasnya.

Pemilik Raja Ampat Unik Tour dan Travel, Riani juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mengambil langkah pencegahan penyebaran virus corona dengan menyetup destinasi wisata.

"Kami juga sudah tidak terima tamu lagi sebagai langkah mendukung upaya pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran virus corona. Kami menyarankan pula kepada pemerintah daerah agar membatasi keramaian yang masih terlihat di Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat," kata Riani.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement