Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Masyarakat Bisa Semprot Disinfektan Secara Mandiri di Rumah

Senin 23 Mar 2020 18:07 WIB

Red: Ani Nursalikah

Masyarakat Bisa Semprot Disinfektan Secara Mandiri di Rumah. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menyemprotkan cairan disinfektan di dalam Bus Suroboyo di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (22/3/2020).

Masyarakat Bisa Semprot Disinfektan Secara Mandiri di Rumah. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menyemprotkan cairan disinfektan di dalam Bus Suroboyo di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (22/3/2020).

Foto: ANTARA/zabur karuru
Penyemprotan disinfektan dilakukan empat hari sekali.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menganjurkan masyarakat melakukan penyemprotan secara mandiri di rumah dan tempat kerja. Bahan disinfektan mudah dicari, yakni berupa produk cairan untuk mengepel lantai.

"Bahan semprotan disinfektan sama seperti produk cairan untuk mengepel lantai, dan banyak dijual di pasaran. Lalu dicampur air. Cuma itu saja bahannya," kata Kepala Seksi Rehabilitasi BPBD Jawa Timur Surharlina Kusuma di sela mendampingi Tim BPBD Jawa Timur melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan SD Khadijah 3, Jalan Raya Lontar Candi Lempung, Kecamatan Sambikerep Surabaya, Senin (23/3).

Ia menjelaskan, penyemprotan disinfektan di sekolah itu juga menggunakan bahan sederhana, dan terbukti maksimal bisa selama tiga sampai empat hari. "Karenanya perlu dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala minimal setiap empat hari sekali dan masyarakat bisa melakukannya secara mandiri," ujarnya.

Meski demikian, penyemprotan disinfektan dilakukan secara mandiri perlu diperhatikan tempat-tempat atau benda yang biasanya dijamah tangan, seperti meja, kursi, dan gagang pintu. Kepala SD Khadijah 3 Surabaya Nurul Hidayati mengatakan kegiatan itu sebagai ikhtiar waspada penyebaran virus corona, selain agar lingkungan sekolah lebih sehat.

"Sekaligus untuk mengisi kekosongan karena anak-anak sedang diwajibkan belajar di rumah selama terjadi wabah Covid-19. Sehingga nanti ketika anak-anak kembali masuk sekolah, lingkungannya terasa lebih sehat. Para orang tua juga tidak perlu merasa khawatir ketika anak-anaknya berada di sekolah," ucapnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA