Senin 23 Mar 2020 15:30 WIB

Lawan Covid-19, Santri Produksi Hand Sanitizer

Untuk antisipasi Covid-19, para santri di Sukorejo memproduksi hand sanitizer sendiri

Rep: Muhyiddin/ Red: Hasanul Rizqa
Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi
Foto: dok. Istimewa
Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'yah (P2S2) Sukorejo Situbondo, Jawa Timur, memproduksi cairan pembersih tangan (hand sanitizer). Langkah ini diambil untuk melawan persebaran virus korona baru atau Covid-19 di Indonesia.

Ribuan botol cairan tersebut diproduksi untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 14 ribu santriwan dan santriwati di pesantren itu. Sekretaris P2S2 Sukorejo Lora Fadhoil mengatakan, pembersih tangan tersebut diproduksi oleh santri SMK Ibrahimy-1 Prodi Farmasi dan Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy. Menurut dia, sampai saat ini baru sekitar lima ribu botol hand sanitizer yang sudah diedarkan para santri tersebut.

Baca Juga

"Hingga saat ini masih di angka 5.500-an botol. Jumlah ini masih jauh dari target pemenuhan kebutuhan santri, ustaz, dosen dan pengurus pesantren," ujar Lora Fadhoil saat dihubungi Republika.co.id, Senin (23/3).

Dengan keahlian yang dimiliki santri, menurut dia, P2S2 Sukorejo menargetkan untuk memproduksi lebih banyak lagi, sehingga sanitizer tersebut bisa juga dibagikan kepada masyarakat sekitar pesantren. "Target kami 14 ribu orang santri ditambah 1.800 ustadz, guru, dosen dan pengurus pesantren bisa terpenuhi. Bahkan, kalau mampu juga bisa kami berikan kepada masyarakat yang membutuhkan," ucapnya.

Kendati demikian, lanjutnya, untuk memenuhi target tersebut ada kendala yang sulit diatasi, yaitu ketersediaan bahan baku yang sudah semakin sulit didapatkan. Bahan dasarnya sendiri terbuat dari Etanol 96 persen dan ditambahkan bahan lain seperti Gliserol, Aquadest, Hidrogen Peroksida hingga mencapai komposisi 100 persen.

Sedangkan untuk pembelian bahan baku dalam jumlah besar, kata dia, juga harus dilakukan dengan surat resmi, uang muka atau down payment (DP), dan harus inden. "Terakhir kami order bahan baku 75 liter hari Jumat tanggal 20 Maret 2020, dan baru tiba di Sukorejo hari ini," katanya.

Dia mengatakan, bahan baku tersebut kemudian langsung diberikan ke Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy. Menurut dia, para santri yang mempelajari ilmu kesehatan tersebut saat ini sedang melanjutkan proses pembuatan hand sanitizer.

"Dan saat ini adik-adik mahasiswi melanjutkan proses produksinya," jelas Lora Fadhoil.

 

Terkait proses belajar mengajar di lingkungan pondok pesantren Sukorejo, menurut dia, sampai saat ini masih berjalan seperti biasanya, sedangkan untuk ustadz yang berasal dari luar pondok dapat melaksanakan kuliah secara online.

"Mari kita berdoa agar keadaan cepat normal dan pulih dari wabah corona. Kami berharap kepada orang tua santri tetap tenang dan banyak berdoa,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy mengatakan, pembuatan hand sanitizer tersebut merupakan salah satu upaya untuk menghindar dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain, sehingga bisa menghindar dari virus corona.

Hal ini disampaikan Kiai Azaim saat melihat langsung produksi hand sanitizer di ruang Laboraturium Farmasi Klinis pondok pesantren pada Kamis (19/3) lalu.

“Mari kita berikhtiar mencari rahmat Allah dan penyembuhan. Kita harus berupaya agar terhindar dan dijauhkan dari segala macam penyakit. Mari kita bertawakkal kepada Allah,” jelas cucu pahlawan nasional KHR As'ad Syamsul Arifin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement