Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Ini Kata Legislator Soal TNI Atur Social Distancing

Senin 23 Mar 2020 15:07 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid (ketiga dari kiri) ketika memantau kedatangan pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara yang membawa alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan dari Shanghai, China, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid (ketiga dari kiri) ketika memantau kedatangan pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara yang membawa alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan dari Shanghai, China, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Foto: dok. istimewa
Meutya khawatir dianggap otoriter dengan melibatkan TNI mengatur social distancing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid merespons rencana pelibatan TNI dalam pelaksanaan social distancing yang diserukan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Ia menilai TNI belum saatnya dilibatkan dalam mengatur social distancing di tengah masyarakat. 

"Bertahap ya. Kita harapkan sekarang tanpa TNI turun, masyarakat bisa atas kesadaran diri," kata Meutya kepada Republika.co.id, Senin (23/3).

Politikus Partai Golkar tersebut mengaku tidak ingin dianggap terlalu otoriter dengan melibatkan TNI dalam mengatur social distancing. Ia berharap agar kesadaran bahaya virus corona bisa segera tumbuh di tengah masyarakat.

Baca Juga

Sementara itu, anggota Komisi I DPR, Charles Honoris, menilai TNI-Polri perlu dilibatkan dalam mengatur social distancing. Menurut dia, pengaturan social distancing diperlukan karena dalam kondisi tertentu masyarakat bisa lupa atau bahkan abai akan cara memperlambat penyebaran virus ini.

"Dengan jumlah personel TNI dan Polri yang besar dan menyebar di semua daerah, pengaturan social distancing bisa lebih efektif. Sebab, sekarang sudah bukan saatnya sosialisasi atau sekadar mengimbau penerapan social distancing, tetapi implementasi di lapangan," ujar Charles dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, imbauan social distancing perlu menjadi aksi, tidak sekadar imbauan. TNI bersama Polri diharapkan bisa hadir di tempat-tempat umum untuk memastikan warga menerapkan social distancing dengan jarak minimal 1 meter. TNI bersama Polri diharapkan bisa secara persuasif dan humanis mengatur antrean ataupun jarak warga di transportasi umum, pusat berbelanjaan, dan tempat-tempat lainnya. 

"Selain mengatur social distancing, Babinsa bersama Binmas di tingkat desa/kelurahan juga bisa mencegah adanya kerumunan warga sambil memberikan laporan terkait penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing. Ujung tombak TNI dan Polri ini juga bisa dipakai untuk distribusi kebutuhan pokok nantinya apabila diperlukan," kata politikus PDIP tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA