Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Pemerintah AS Siapkan Bantuan Tunai 3 Ribu Dolar AS

Senin 23 Mar 2020 06:37 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin (AP Photo/Carolyn Kaster)

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin (AP Photo/Carolyn Kaster)

Foto: AP Photo/Carolyn Kaster
Bantuan tunai per keluarga diberikan dalam rangka mengantisipasi dampak corona.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Rancangan regulasi terkait bantuan ekonomi untuk menghadapi wabah virus corona (Covid-19) sedang difinalisasi oleh Kongres Amerika Serikat (AS). Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, dua poin utama di dalam beleid tersebut adalah bantuan tunai senilai 3 ribu dolar AS per keluarga dan memungkinkan Federal Reserve meningkatkan likuiditas sampai 4 triliun dolar AS.

Baca Juga

Dalam program televisi Fox News, Ahad (22/3), Mnuchin menjelaskan langkah-langkah likuiditas tambahan memungkinkan bank sentral AS membantu bisnis secara lebih luas. Khususnya untuk melewati 90 hingga 120 hari ke depan.

Mnuchin mengatakan, pemerintahan berharap, rancangan regulasi dapat diselesaikan pada Ahad untuk kemudian dilakukan voting pada Senin (23/3). Tidak berhenti di situ, pemerintah AS akan melakukan langkah lebih lanjut akan dilakukan apabila krisis tidak mereda dalam 10 hingga 12 pekan.

Mnuchin mengakui, ekonomi AS akan menerima pukulan dari wabah Covid-19. Tapi, ia optimistis, ekonomi mampu kembali pulih setelah virus ditangani.

"Kami perlu menambah uang untuk ekonomi sekarang. Kalau kami sudah melakukannya, kami yakin ekonomi dapat stabil," katanya, seperti dilansir Reuters, Ahad.

AS masuk dalam empat negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di seluruh dunia. Mengutip data dari Worldometers, Ahad pukul 23.00 WIB, jumlah kasus di Negeri Paman Sam sudah mencapai 27.630 buah dengan total kematian mencapai 349 orang.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah AS terus menyerukan social distancing. Bahkan, mereka memerintahkan satu dari empat orang Amerika atau sekitar 80 juta warga untuk menutup toko dan tinggal di rumah guna menekan penyebaran Covid-19.

Kebijakan tersebut dikuatkan dengan upaya sejumlah negara bagian seperti New York, California, Illinois, Connecticut dan New Jersey untuk melakukan lockdown.

Dampak Covid-19 yang besar dan kebijakan pemerintah untuk belanja kesehatan secara masif sempat memunculkan isu potensi resesi. Tapi, Mnuchin menilai, isu ini sangat tidak relevan dalam situasi sekarang mengingat pemerintah sedang fokus memperlambat laju penyebaran virus.
Mnuchin menambahkan, resesi biasanya karena lingkungan ekonomi berkepanjangan dan situasi tersebut tidak terjadi saat ini.

"Ini adalah situasi unik karena belum pernah kami alami sebelumnya. Pemerintah telah memaksa menutup sebagian besar kegiatan ekonomi. Tapi, begitu kita bisa mengendalikan kondisi virus, kami akan membukanya kembali," ucapnya.

Mnuchin menekankan, pemerintah sudah berupaya untuk merespons cepat dalam menekan tingkat penyebaran Covid-19 yang sangat cepat. Banyak kritikus menilai, pemerintahan Presiden AS Donald Trump lamban dalam menyiapkan dan menanggapi krisis Covid-19. Kritik ini disampaikan karena Trump sempat menggampangkan situasi Covid-19 sebelum akhirnya ‘menyerang’ AS secara intensif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA