Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Lima Perubahan Positif di Kolkata Selama Social Distancing

Senin 23 Mar 2020 00:17 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Polusi udara. Ilustrasi(Dailymail)

Polusi udara. Ilustrasi(Dailymail)

Foto: Dailymail
Udara dan air di Kolkata lebih bersih, kupu-kupu dan burung muncul di Kolkata.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLKATA—  Ada hal yang menakjubkan terjadi di Kota Kolkata, India, meski tengah dilanda pandemi Covid-19 dan menjalankan social distancing seperti negara lainnya. Pertama, udara di kota itu menjadi lebih bersih.

Pada November 2019, udara Kolkata lebih buruk daripada Delhi dengan indeks kualitas udara rata-rata (AQI) melampaui 400. Hal ini mendorong para ahli kesehatan menyarankan pembatasan pada kegiatan di luar ruangan, khususnya jalan saat pagi.

Saat ini AQI rata-rata kota antara 70 dan 110. Menurut Ketua Dewan Pengendalian Pencemaran Benggala Barat (WBPCB) Kalyan Rudra, perolehan angka ini menggembirakan.

Baca Juga

"Saat membahas polusi udara, kami kebanyakan berbicara tentang partikel di udara yang menyebabkan semua jenis penyakit fisik. Dengan lalu lintas yang lebih rendah dan aktivitas manusia, partikel udara yang ditangguhkan jauh lebih rendah di atmosfer sekarang,” ujar Kalyan, dilansir dari Times of India, Ahad (22/3).


Kedua, langit semakin cerah. Jumlah yang lebih rendah dari partikel tersuspensi di udara telah menyebabkan visibilitas yang lebih baik.

Sekretaris Jenderal Pusat Astronomi Kolkata, Kaustuv Chowdhury, mengatakan, meskipun pihaknya telah menangguhkan semua pertemuan dengan mengingat ancaman virus corona baru, semua anggota bisa melihat bintang dari rumah masing-masing.

“Bintang-bintang jauh lebih dari terang karena langit yang cerah. Hanya kemarin, saya melihat Venus terlihat lebih cerah daripada biasanya,” katanya Kaustuv.

Ketiga, burung langka terbang kembali ke kota. Tingkat polusi yang lebih rendah menarik lebih banyak burung ke kota.

Menurut pengamat burung, Swarup Saha, hewan tersebut sensitif terhadap polusi. Ada beberapa penampakan burung langka di Rabrinda Sarobar dalam 10 terakhir. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir.

“Burung kangkok besar, burung sikatan tenggorokan biru, dan sikatan berwarna ultramarine adalah beberapa burung paling menarik yang terlihat baru-baru ini. Ini mungkin pertama kalinya elang kangkong besar telah ditemukan di Kolkata,” kata Swarup.

Menurut ahli ornitologi, Sumit Sen, salah satu peningkatan pengamatan burung adalah berkurangnya jumlah mobil dan manusia di jalanan. Berkat polusi suara lebih rendah, burung sekarang turun ke tanah untuk mencari makanan.

“Ini telah menambah waktu makan bagi mereka,” ujarnya.

Keempat, air lebih bersih. Seorang nelayan dan sekretaris dari asosiasi nelayan yang bermarkas di Benggala Selatan, Bapi Halder, mengatakan, mereka telah memperhatikan sekitar lima hingga sepuluh persen peningkatan jumlah ikan di Hooghly. Kemurnian air juga telah meningkat dengan tidak adanya kapal pukat besar dan kapal lainnya.

Kelima, lebih banyak kupu-kupu. Somenath Pal Das, ilmuwan ahli kupu-kupu, mengatakan, meski ia belum melihat spesies langka, jumlah serangga di kebunnya telah berlipat ganda daripada dua pekan lalu.

“Menurunnya tingkat polusi adalah alasan paling menonjol untuk ini. Selain itu, dengan lebih sedikit kendaraan di jalan, serangga jauh lebih percaya diri untuk keluar dari persembunyian mereka,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA