Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Empat Menteri di Burkina Faso Positif Covid-19

Ahad 22 Mar 2020 21:13 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.(CDC via AP, File)

Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.(CDC via AP, File)

Foto: CDC via AP, File
Salah satu menteri yang terinfeksi Corona adalah menteri luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, OUAGADOUGOU -- Empat menteri di Burkina Faso telah positif terinfeksi virus Corona jenis baru atau Covid-19. Jumlah kasus yang dikonfirmasi di negara tersebut naik menjadi 64 dari sebelumnya 40, dan merupakan yang tertinggi di Afrika Barat.

Empat menteri yang terinfeksi Covid-19 adalah menteri luar negeri, menteri pertambangan, menteri pendidikan, dan menteri dalam negeri. Sebelum diumumkan ke publik, media setempat telah berspekulasi tentang kondisi kesehatan sejumlah menteri.

"Desas-desus itu telah menjadi kenyataan. Saya baru saja diberitahu bahwa saya memiliki Covid-19," kata Menteri Luar Negeri Alpha Barry, dalam cicitannya di Twitter.

Menteri Pertambangan Oumarou Idani, Menteri Pendidikan Stanislas Ouaro, dan Menteri Dalam Negeri Simeon Sawadogo masing-masing mengonfirmasi kasus mereka melalui unggahan di Facebook. Dalam situs website pemerintah diketahui bahwa ada rapat tingkat menteri pada 11 Maret. Namun tidak diketahui apakah keempat menteri tersebut hadir dalam rapat.

Burkina Faso melaporkan kasus Covid-19 pertamanya pada 9 Maret, tepatnya 10 hari setelah kasus pertama di Afrika sub-Sahara diumumkan di Nigeria pada 28 Februari. Sejumlah NGO telah memperingatkan bahwa konflik, dan minimnya infrastruktur kesehatan dapat menyebabkan lonjakan kasus kematian akibat Covid-19 di negara tersebut.

"Dalam skenario kasus terbaik yakni saat ini kita hanya akan memiliki beberapa kasus. Namun skenario terburuknya, tingkat kematian bisa melonjak lima hingga 10 kali lipat dari rata-rata global," ujar koordinator klaster untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Burkina Faso, Jerry Jonas Mbasha, kepada Aljazirah.

Hingga saat ini hanya ada 400 alat tes virus korona yang tersedia di Burkina Faso, dan hanya tiga fasilitas kesehatan yang dapat melakukan tes. Dua di antaranya terdapat di Ouagadougou, dan satu di kota Bobo Dioulasso. Mbasha mendesak komunitas internasional untuk turun tangan guna membantu menghindari krisis besar di Burkina Faso.

"Kami membutuhkan mitra teknis dan keuangan untuk datang dan melindungi Burkina Faso, seperti halnya negara-negara Afrika lainnya yang menghadapi situasi yang sama," ujar Mbasha.

Burkina Faso merupakan negara miskin dengan sekitar 20 juta penduduk. Negara tersebut tengah menghadapi situasi keamanan yang memburuk akibat konflik oleh kelompok bersenjata. Para pejabat kesehatan internasional khawatir bahwa virus itu dapat menyebar di luar kendali.

Baca Juga

Pemerintah Burkina Faso telah memberlakukan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus Corona, termasuk menutup perbatasan darat dan udara serta melarang pertemuan lebih dari 50 orang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA