Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Peningkatan Kasus dari Luar di Cina Terus Bertambah

Senin 23 Mar 2020 04:40 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China. Provinsi Hubei. China sudah mulai mengalami kasus nol dari dalam negeri.

Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China. Provinsi Hubei. China sudah mulai mengalami kasus nol dari dalam negeri.

Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP
Kasus dari luar meningkat lewat orang-orang China yang kembali.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China melaporkan 46 kasus baru virus korona pada Ahad (22/3). Dari jumlah tersebut hanya satu kasus yang berasal dari daratan China dan menjadi hari keempat berturut-turut dengan peningkatan kasus dari luar negara.

Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan, sebagian besar kasus impor ini berasal dari orang-orang China yang kembali dari luar negeri. Sehari sebelumnya sebanyak 41 kasus virus korona telah dilaporkan dan semua berasal dari penularan di luar China.

Dari kasus-kasus baru dari luar negeri, sebanyak 14 kasus berada di pusat keuangan Shanghai dan 13 di ibu kota Beijing. Angka-angka terbaru ini membawa total jumlah kasus virus corona yang dilaporkan China menjadi 81.054, dengan 3.261 kematian, termasuk enam meninggal pada Sabtu.

Provinsi Hubei, tempat wabah pertama kali muncul akhir tahun lalu di ibu kotanya, Wuhan, melaporkan hari keempat berturut-turut tanpa ada kasus baru. Kasus baru yang ditransmisikan secara lokal justru berada di kota selatan Guangzhou. Kasus lokal ini pun menjadi pertama yang diketahui infeksi orang lokal dikaitkan dengan kedatangan seseorang dari luar negeri.

Negara ini sedang mencoba untuk memulai kembali ekonomi yang sebelumnya berhenti karena karantina selama beberapa bulan. Kondisi kehidupan perlahan-lahan kembali normal di kota-kota seperti Beijing dan Shanghai, meskipun semua orang mengenakan masker di depan umum.

Meski kondisi mulai normal, banyak toko dan restoran tetap tutup karena telah gulung tikar. Beberapa pabrik dan tempat kerja lainnya masih belum beroperasi dengan kapasitas penuh.

"Sekarang saya pikir epidemi telah dikendalikan. Tapi ini jelas tidak berarti itu sudah berakhir," kata seorang wanita berusia 25 tahun yang bermarga He yang bekerja di sektor internet dan mengunjungi kompleks Istana Musim Panas yang luas di Beijing pada Sabtu, dilansir dari Reuters.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA