Ahad 22 Mar 2020 17:18 WIB

Jadi Carrier Corona, Anak Muda Bisa Tularkan ke Lanjut Usia

Anak muda yang positif Corona sering kali tidak memiliki gejala

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020). (Antara/Aditya Pradana Putra)
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020). (Antara/Aditya Pradana Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengingatkan bahayanya kelompok umur muda yang terinfeksi virus corona namun tak memiliki gejala. Pada kelompok umur muda, mereka bisa saja terinfeksi virus corona ini namun tak memiliki gejala sama sekali karena faktor imun tubuh yang lebih baik.

Namun, hal ini justru sangat berbahaya karena mereka bisa saja menularkan penyakit ini kepada orang lain atau bahkan kelompok rentan seperti orang lanjut usia dengan penyakit pendahulu, seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, dll. Keselamatan jiwa pada kelompok usia lanjut inilah yang kemudian menjadi terancam.

Baca Juga

“Pada kelompok umur yang masih muda, sering kali karena kondisi fisiknya, seringkali karena kondisi imunitasnya jauh lebih baik maka tidak memperhatikan menjaga jarak sehingga dia membawa virus ini tanpa gejala-gejala dan kemudian menularkan kepada keluarganya,” ujar Yurianto saat konferensi pers, Ahad (22/3).

Karena itu, Yurianto meminta agar masyarakat menyadari pentingnya menjalankan protokol kesehatan untuk mengurangi dampak penularan virus ke masyarakat yang lebih luas, salah satunya dengan melakukan isolasi diri. Ia meminta agar masyarakat tidak panik jika mengalami adanya gejala yang mengarah ke infeksi virus corona.

Selanjutnya, ia dapat segera mengkonsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat di manapun. Di sana, dokter akan menentukan diperlukan atau tidaknya pemeriksaan lanjutan menggunakan metode swab untuk mencari kemungkinan adanya infeksi virus atau tidak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement