Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Umat Katolik di Kupang Mengikuti Misa Secara Online

Ahad 22 Mar 2020 12:09 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Ilustrasi misa secara online. Foto: Umat Katolik malaksanakan misa dirumahnya di Kali klatak, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (22/3/2020). Umat Katolik di Banyuwangi, melaksanakan ibadah misa di rumah melalui siaran langsung untuk mengurangi kumpulan banyak orang sebagai antisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.(BUDI CANDRA SETYA/ANTARA FOTO)

Ilustrasi misa secara online. Foto: Umat Katolik malaksanakan misa dirumahnya di Kali klatak, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (22/3/2020). Umat Katolik di Banyuwangi, melaksanakan ibadah misa di rumah melalui siaran langsung untuk mengurangi kumpulan banyak orang sebagai antisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.(BUDI CANDRA SETYA/ANTARA FOTO)

Foto: BUDI CANDRA SETYA/ANTARA FOTO
Gereja Koinonia, Kota Kupang yang tetap melaksanakan kegiatan ibadah Minggu.

REPUBLIKA.CO.ID,KUPANG -- Umat Katolik di Kupang, Nusa Tenggara Timur mengikuti perayaan misa mingguan secara daring (online) melalui Radio Tirilolok guna mencegah adanya penularan COVID-19 di kalangan umat setempat.

"Kami sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh Pastor Paroki di wilayah Keuskupan Agung Kupang agar untuk sementara tidak melayani misa dan proses jalan jalib jumat pra paskah guna mengantisipasi adanya penyebaran virus Covid-19," kata Vikjen Keuskupan Agung Kupang, RD Gerardus Duka, Pr, Ahad (22/3).

Ia mengatakan, pelayanan misa ditiadakan sebagai bentuk dukungan Gereja Katolik terhadap kebijakan Pemerintah dalam mencegah percepatan penularan virus Covid-19 di provinsi berbasis kepulauan ini. "Semua Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang tidak melakukan kegiatan misa mingguan, jalan salib dan katakese kelompok. Semua umat mengikuti misa mingguan dari rumah," kata Gerardus Duka.

Menurut RD Gerardus Duka, serangan virus Covid-19 bukan bersifat lokal tetapi telah menjangkiti seluruh masyarakat dunia, sehingga menjadi keprihatinan gereja dengan meniadakan kegiatan yang melibatkan umat dalam jumlah banyak guna mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara itu Ny. Ansi Kedaru warga Kelurahan Naikoten II, Kota Kupang mengatakan mendukung kebijakan Keuskupan Agung Kupang untuk sementara meniadakan misa di Gereja. "Virus Covid-19 bukan virus yang biasa tetapi merupakan virus yang mematikan, sehingga kebijakan Keuskupan Agung Kupang agar kami mengikuti perayaan misa melalui radio sangat tepat dan mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19. Penyebaran penyakit Covid-19 sudah mendunia sehingga kita harus mengikuti kebijakan pemerintah secara serius dalam penanganan kasus virus ini," kata Ny. Ansi Kedaru.

Menurut mantan perawat pada RSUD Prof Dr W Z Johanis Kupang ini, masyarakat harus mengikuti berbagai arahan pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19 dengan melakukan aktifitas di rumah dalam beberapa pekan ke depan.

Berdasarkan pantauan pada beberapa gereja Katolik di Kota Kupang seperti Gereja St. Yosep Naikoten, Gereja Katedral Kupang, Gereja St. Matias Rasul Maulafa, Gereja Fransiskus Asisi BTN Kolhua maupun Gereja Assumpta semuanya lengang tanpa ada umat Katolik yang datang ke gereja setempat.

Umat Katolik lebih memilih mengikuti misa perayaan minggu melalui media daring (online) yang disediakan Radio Tirilolok. Kondisi berbeda terlihat di Gereja Koinonia, Kota Kupang yang tetap melaksanakan kegiatan ibadah Minggu (22/3).

Menurut Ketua Panitia perayaan Gerejawi, Paskah dan Pentekosta, Gereja Koinonia, Chris Lake mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan ibadah karena belum ada keputusan pemerintah tentang lockdown terkait penanganan virus Covid-19. Kendati demikian kata Chris Lake, pihak Gereja Koinonia tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dalam penanganan virus COVID-19 dengan mewajibkan semua umat melakukan pengukuran suhu tubuh sebelum masuk dalam kawasan gereja serta mencuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke dalam gedung gereja.

"Kami juga telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan seluruh ruangan gereja. Umat yang duduk dalam gereja juga saling berjauhan sesuai standar yang ditentukan pemerintah. Beberapa kegiatan paskah dengan melibatkan banyak umat sudah dibatalkan guna mencegah penyebaran virus Covid-19 termasuk meniadakan kegiatan ibadah mingguan pada pekan depan ," tegas Chris Lake.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA