Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Tak Pengaruh Penundaan Kompetisi, PSIS Tetap Gelar Latihan

Sabtu 21 Mar 2020 22:25 WIB

Red: Endro Yuwanto

Logo PSIS()

Logo PSIS()

Para pemain PSIS dibekali imunisasi kekebalan tubuh atau vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSIS Semarang tetap menggelar latihan dan tak terpengaruh dengan penundaan kompetisi Liga 1. Sebelumnya, operator liga, PT LIB, meminta kepada seluruh klub peserta agar membatasi kegiatan tim seiring meluasnya wabah virus corona (covid-19).

"Beberapa pemain belum berlatih. Saya memberikan izin untuk Finky dan Tahar karena mereka pulang ke Ambon. Jauh dari sini, jadi saya beri mereka tambahan dua hari," ujar pelatih PSIS Dragan Djukanovic seperti dilansir dari laman resmi PT LIB, Sabtu (21/3).

Namun, tak semua pemain tim Laskar Mahesa Jenar sudah bergabung dan mengikuti latihan. Beberapa personel masih berada di kampung halaman karena terkendala dengan berbagai alasan.

Selain pemain asal Ambon, Finky Pasamba dan Safrudin Tahar, playmaker asing, Flavio Beck Junior, juga belum berlatih karena masih tertahan di Kroasia.

Khusus untuk Flavio, Dragan sangat mafhum dengan keterlambatan itu karena Kroasia memberlakukan aturan ketat demi memutus rantai penularan covid-19 di negaranya. "Flavio memiliki masalah dengan situasi di Kroasia mengenai virus corona. Dia akan kembali pada 30 Maret nanti," katanya.

Sebelumnya, para pemain PSIS dibekali imunisasi kekebalan tubuh atau vaksinasi guna mempertebal imun. Kepala Departemen Kesehatan PSIS Alfan Nur Asyhar mengatakan, timnya memilih melakukan vaksinasi karena saat ini tidak sembarang orang bisa tes corona di rumah sakit karena terbatasnya alat yang tersedia.

"Kenapa kami belum tes corona karena tidak sembarang orang bisa langsung tes. Syarat setiap orang yang harus tes adalah orang-orang yang memiliki gejala dan mereka memang harus diprioritaskan," kata Alfan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA