Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Turki Konfirmasi Lima Korban Meninggal Baru Virus Corona

Sabtu 21 Mar 2020 15:39 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nora Azizah

Saat ini, total korban meninggal akibat corona di Turki capai sembilan jiwa (Foto: ilustrasi corona Turki)

Saat ini, total korban meninggal akibat corona di Turki capai sembilan jiwa (Foto: ilustrasi corona Turki)

Foto: ABEDIN TAHERKENAREH/EPA EFE
Saat ini, total korban meninggal akibat corona di Turki capai sembilan jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki mengkonfirmasi lima korban meninggal baru dari virus korona tipe baru atau Covid-19, Jumat (20/3). Total kematian di seluruh turki kini menjadi sembilan, dan tercatat 670 kasus infeksi korona di seluruh negeri.

Menteri kesehatan Turki Farhettin Koca mengatakan, kematian terjadi pada pasien lanjut usia dan memiliki daya imun rendah. Koca mengatakan, 3.656 tes dilakukan dalam 24 jam terkahir sehingga menambah pasien positif baru sebanyak 311.

"Kita seharusnya tidak menunjukkan keringanan balasan bahkan untuk sesaat pun dalam upaya kita," ujarnya dikutip Anadolu Agency, Sabtu (21/3).

Presiden Turki Tayyip Erdogan pun telah mengeluarkan perintah untuk menunda semua acara yang berkaitan dengan sains, budaya, dan seni selama pandemi virus korona. Keputusan tersebut diterbitkan dalam sebuah surat resmi pada Jumat (20/3) kemarin waktu setempat.

Dalam surat tertulis bahwa semua pertemuan dan kegiatan yang melibatkan publik di dalam maupun luar ruangan ditunda hingga akhir April. Sebelumnya, Erdogan meminta agar semua orang tinggal di rumah selama tiga minggu.

Ankara telah menangguhkan penerbangan ke 20 negara, menutup sekokah, kafe, bar, dan melarang acara keagamaan serta pertandingan olah raga hingga waktu yang ditentukan. Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu mengatakan, sejauh ini ada 9.800 orang yang dikarantina.

Tidak hanya Turki banyak negara yang telah membuat kebijakan dengan menutup sekolah dan menghindari acara-acara yang bergerumul. covid-19 mulai muncul di Wuha, Cina pada Desember lalu.

Kini, virus yang telah menjadi pandemi global telah menyebar ke lebih dari 170 negara dan wilayah. Dilansir worldometers per Sabtu (21/3), secara global, total kasus infeksi tercatat sebanyak 276.528, dan kematian seluruh dunia 11.417 dnegan 91.954 orang sembuh.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA