Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Corona, Tak Ada Lagi Pemain Banderol di Atas 100 Juta Euro

Sabtu 21 Mar 2020 15:00 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Neymar merayakan kemenagan PSG di Stade de Prince, Paris, Prancis, (UEFA via AP)

Neymar merayakan kemenagan PSG di Stade de Prince, Paris, Prancis, (UEFA via AP)

Foto: UEFA via AP
Tidak ada yang bisa menjamin kontrak pemain selama pandami masih berlangsung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa negara termasuk negara-negara Eropa saat ini sedang menghadapi pandemi corona (covid-19). Wabah ini memaksa berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang untuk ditiadakan sementara. Kompetisi sepak bola Eropa pun turut terkena imbasnya.

Sejumlah pertandingan harus ditunda, baik liga domestik maupun kancah internasional, seperti Liga Champions dan Liga Europa. Meskipun, ada beberapa pertandingan yang diwacanakan tetap digelar dengan tanpa penonton.

Namun, pandemi corona tampak belum juga teratasi. Beberapa klub pun mengkarantina para pemainnya dan menerapkan menu latihan secara mandiri di kediaman masing-masing pemain.

Tapi di sisi lain, kerugian finansial juga menghantui berbagai pihak, terutama klub. Klub harus tetap membayar gaji para pekerjanya mulai dari staf hingga pelatih, meskipun tidak ada pemasukan selama penundaan berlangsung.

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menawarkan solusi bagi klub yang mungkin menghadapi masa-masa sulit. Pasalnya, klub seperti Werder Bremen, Borussia Monchengladbach, Lyon, dan Hearts semuanya telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pemotongan gaji pada para pemain. Hal itu terjadi karena tidak ada pendapatan yang dihasilkan klub selama penundaan berlangsung.

Presiden FIFA Gianni Infantino sedang memikirkan mekanisme untuk meminimalisasi kerugian dan mendukung klub. Saat ini, semuanya bergantung pada penanganan virus corona. Namun, di sisi lain klub juga sudah punya rencana untuk belanja pemain di jendela transfer musim panas nanti.

Namun tidak ada yang bisa menjamin kontrak pemain selama pandami masih berlangsung. Pasalnya, hal itu akan mengurangi pendapatan dan investasi. Solusi pun sedang dipertimbangkan untuk masalah di lapangan, dan bahkan ada pembicaraan tentang kampanye yang selesai selama musim panas. Sampai saat ini, pihak-pihak terkait masih memikirkan cara untuk menyelesaikan kampanye hingga musim panas.

Seorang direktur olahraga di Spanyol yang enggan disebutkan namanya memprediksi banyak hal yang akan berubah selama pandemi corona masih berlangsung. Menurutnya tidak akan ada lagi pembelian pemain di jendela transfer dengan nilai di atas 100 juta euro.

"Masalahnya adalah klub-klub yang telah menandatangani pemain dengan nilai lebih dari 100 juta euro, mereka tidak akan pernah mendapatkan kembali uang itu," kata seorang direktur olahraga, dikutip dari Marca, Jumat (20/3). "Biaya transfer nantinya akan turun."

Sejauh ini, ada sembilan pemain memiliki biaya transfer lebih dari 100 juta euro. Yakni Neymar, Kylian Mbappe, Philippe Coutinho, Joao Felix, Ousmane Dambele, Antoine Griezmann, Cristiano Ronaldo, Paul Pogba, dan Eden Hazard. Baik FIFA maupun UEFA sedang berusaha untuk menghindari kehancuran kompetisi karena beberapa klub tidak bisa membayar gaji pemain.

Saat ini, klub sedang diperingatkan tentang kemungkinan yang bisa terjadi. Jika biaya transfer turun, maka kemungkinan gaji akan disesuaikan juga. Menurut direktur olahraga itu, sepak bola sama seperti halnya masyarakat. Sepak bola kemungkinan akan berhadapan dengan dunia baru begitu wabah virus corona berakhir.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA