Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Terapkan Pendidikan Karakter Selama Learning From Home

Sabtu 21 Mar 2020 13:27 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Gita Amanda

Siswa SMPN 5 Bandung Rakean Ahmad (14) mengerjakan tugas sekolah di kediamannya di Bandung, Rabu (18/3). Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah sebagai antisipasi penyebaran SARS COV-2 di Bandung. Sebagai gantinya siswa diwajibkan belajar secara mandiri dan online dari rumah masing-masing(Yogi Ardhi/Republika)

Siswa SMPN 5 Bandung Rakean Ahmad (14) mengerjakan tugas sekolah di kediamannya di Bandung, Rabu (18/3). Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah sebagai antisipasi penyebaran SARS COV-2 di Bandung. Sebagai gantinya siswa diwajibkan belajar secara mandiri dan online dari rumah masing-masing(Yogi Ardhi/Republika)

Foto: Yogi Ardhi/Republika
Pembelajaran karakter mengembangkan program pembiasaan perilaku baik di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pendidikan Sekolah Karakter Genius Islamic School Depok, Eva Nawiyah, menanggapi banyaknya keluhan anak tertekan akibat belajar berbasis daring di rumah atau learning from home. Terkait hal tersebut, Eva mengatakan sebenarnya ada cara yang bisa diterapkan agar anak tidak merasa tertekan.

Di sekolah tempat ia mengabdi, pada pekan pertama anak tetap belajar di rumah dengan menggunakan pola pembelajaran berbasis daring. Metode yang dibuat diupayakan agar menyenangkan bagi anak bisa menggunakan google classroom atau kahoot. Model pembelajaran bisa diinovasikan dengan gim edukatif.

Sementara pada pekan kedua, dibuat pembelajaran yang mengembangkan program pembiasaan perilaku baik di rumah. "Orang tua wajib melaporkan setiap hari melalui form character report dan disertai video atau foto aktivitas," kata Eva, kepada Republika, Sabtu (21/3).

Selama pekan kedua, perilaku baik anak diarahkan fokus pada lima pilar karakter. Lima pilar tersebut adalah religius, empati, respect atau menghormati, disiplin, dan self regulated learner.

Eva mencontohkan, pada Senin anak bisa melakukan perilaku baik dengan membantu orang tua sesuai tahapan usia dan perkembangannya. Misalnya merapikan tempat tidur, belajar membantu menyapu atau perilaku positif lain yang dapat dikategorikan membantu orang tua.

Hari berikutnya, anak melakukan perilaku baik dengan cara menghubungi keluarga dan menanyakan kabar kesehatannya. Hal ini, kata Eva juga harus dilakukan dengan bantuan orang tua.

Selama belajar di rumah, anak juga harus dibiasakan berperilaku bersih, sehat dan teratur. Selain itu, anak juga bisa diminta untuk mencatat perilaku baik yang dilakukan orang tua kepada anak.

"Hal ini penting agar anak selalu dekat, sayang dan hormat kepada orang tua," kata Eva.

Ia mengatakan, kombinasi pembelajaran ini dikembangkan agar anak dalam situasi wabah corona tetap nyaman, senang dan memiliki kelekatan dengan orang tua dan keluarga. Hal ini penting karena kualitas kelekatan anak mempengaruhi kesuksesan anak di masa depan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA