Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Klub-Klub Italia Diskusikan Opsi Pemotongan Gaji Pemain

Sabtu 21 Mar 2020 12:30 WIB

Red: Israr Itah

Logo Serie A Liga Italia(forzaitalianfootball.com)

Logo Serie A Liga Italia(forzaitalianfootball.com)

Foto: forzaitalianfootball.com
Dalam kondisi tanpa pemasukan, klub Serie A sulit membayar gaji pemain secara penuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Klub-klub di Serie A Italia berharap para pemain mereka rela dipotong gajinya dalam masa krisis akibat wabah virus corona. Sebab dalam kondisi tanpa pemasukan, klub mesti membayar gaji pemain secara penuh.

Baca Juga

Tim-tim kaya seperti Juventus dan Inter Milan mungkin tak bermasalah dengan ini. Namun klub-klub kecil terancam gulung tikar bila tetap mengeluarkan uang tanpa pemasukan dalam kas mereka.

Opsi pemotongan gaji ini mengemuka dalam konferensi antarklub Serie A, Jumat (20/3), seperti dikutip dari AS, Sabtu (21/3). Para pemain diharapkan mengorbankan upah mereka pada Maret untuk meringankan situasi. Langkah ini perlu diratifikasi oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Asosiasi Pesepak Bola Italia (AIC) untuk mendapatkan legalitas dan dukungan menyeluruh.

Opsi ini sebenarnya sudah dipikirkan klub lain. Barcelona, misalnya, dilaporkan mempelajari pemotongan gaji pemain dan staf selama pandemi Covid-19. Sementara para pemain Borussia Moenchengladbach secara suka rela meminta pemotongan gaji untuk meringankan beban klub.

Krisis Covid-19 di Italia telah membuat penyelesaian Liga Italia tak pasti dan menyebabkan masalah keuangan yang signifikan untuk beberapa klub yang kurang mampu. Dalam skenario kasus terbaik, FIGC memperkirakan pertandingan kompetitif dapat dimulai kembali pada 10 Mei, yang akan memungkinkan musim untuk diselesaikan sebelum 30 Juni.

Namun jika musim 2019/20 dibatalkan secara definitif, perkiraan kerugian sepak bola domestik Italia akan mencapai sekitar 800 juta euro. Klub-klub kecil menghadapi ancaman gulung tikar jika program bail-out pemerintah tidak disetujui. Program ini kemungkinan tak disetujui mengingat prioritas lain membereskan pandemi Covid-19 di Italia..

Dalam konferensi ini, juga dibahas tentang opsi menyingkat kompetisi. Hanya, gagasan play-off untuk juara dan play-out untuk tim degradasi tidak populer di antara klub.

Ketika klub bisa kembali ke pelatihan juga dibahas pada Jumat setelah Lazio menyatakan mereka ingin para pemainnya kembali berlatih pada Senin (23/3). 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA