Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Barcelona Pertimbangkan Pangkas Gaji Akibat Corona

Sabtu 21 Mar 2020 11:15 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Israr Itah

Pemain-pemain Barcelona (ilustrasi). Manajemen Barcelona mempertimbangkan pengurangan gaji pemain dan staf.

Pemain-pemain Barcelona (ilustrasi). Manajemen Barcelona mempertimbangkan pengurangan gaji pemain dan staf.

Foto: Alberto Estevez/EPA EFE
Langkah ini diambil Barcelona sebagai respons efek ekonomi pandemi virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Klub La Liga Barcelona dilaporkan mempertimbangkan opsi pengurangan gaji bagi para pemain dan staf. Langkah ini diambil Barcelona sebagai respons efek ekonomi pandemi virus corona.

Baca Juga

Dilansir dari Mundo Deportivo pada Sabtu (21/3), kasus virus corona yang berasal dari Wuhan, China, tiba di Benua Biru sekitar Maret. Dampaknya, musim kompetisi sepak bola, termasuk La Liga wajib ditunda agar memangkas penyebaran corona.

Diperkirakan kompetisi La Liga kembali bergulir pada awal April. Itu pun dengan asumsi kasus corona menurun. Untuk sementara ini, Barcelona menutup fasilitas latihan dan aktivitas klub seperti halnya klub lain di Spanyol.

Para petinggi La Blaugrana sudah mengadakan rangkaian rapat jarak jauh selama beberapa hari terakhir. Tujuannya menilai situasi terkini dan menyiapkan langkah penanggulangannya.

Seiring rangkaian rapat yang masih berjalan, nampakny belum ada keputusan final. Hanya, ada laporan muncuk yang menyebutkan salah satu opsi ialah memotong gaji pemain dan staf.

Pemotongan gaji dianggap opsi yang wajar mengingat tak adanya pemasukan klub selama penundaan kompetisi. Asumsinya, tanpa pertandingan maka pemasukan dari penjualan tiket dan hak siar sama dengan nol. Padahal klub terus dihadapkan dengan pengeluaran tiap bulannya.

Rencananya, pekan depan manajemen La Liga mengumumkan kelanjutan kompetisi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA