Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sebelum Jumatan, Masjid Raya Sumbar Disemprot Disinfektan

Jumat 20 Mar 2020 16:17 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Fakhruddin

Masjid Raya Sumbar

Masjid Raya Sumbar

Foto: Febrian Fachri/Republika
Belum melakukan kebijakan menggulung karpet dan tidak mengatur jarak jamaah.

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG- Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid Raya Sumatera Barat sebelum memasuki waktu sholat Jumat tadi siang. Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan selain menyemprotkan disinfektan, Masjid Raya Sumbar juga disediakan hand sanitizer di banyak titik supaya jamaah yang datang dengan mudah membersihkan tangannya ketika hendak masuk masjid.

"Disinfektan sudah kita semprotkan ke semua. Terutama di pintu-pintu masuk. Sabun deterjen juga di dekat pintu masuk tempat wudhu dan WC," kata Nasrul Abit di Masjid Raya Sumbar, Jumat (20/3).

Nasrul Abit mengatakan Masjid Raya Sumbar masih mengadakan sholat Jumat berjamaah seperti biasa. Karena di Sumbar masih nihil kasus positif mengidap virus Corona atau Covid-19. Tapi Nasrul menggarisbawahi, Pemerintah Provinsi Sumbar telah mewanti-wanti seluruh jamaah agar ke depan mengurangi kegiatan berkumpul ramai-ramai lebih dari 20 orang, termasuk sholat berjamaah.

Pemprov Sumbar kata Nasrul Abit memang tidak bisa langsung meniadakan aktivitas sholat Jumat berjamaah di Masjid Raya Sumbar karena terlebih dahulu harus memberikan pemahaman yang sama kepada jamaah.

"Di Sumbar ini kan sensitif. Jadi ketika ada imbauan, jangan sampai ada salah prasangka. Karena untuk keselamatan sudah ada fatwa dari MUI kalau boleh sholat Jumat diganti dengan sholat berjamaah di rumah," ucap Nasrul Abit.

Pantauan Republika di Masjid Raya Sumbar, sholat Jumat masih berjalan seperti biasa. Jamaah masih ramai melaksanakan sholat Jumat di masjid yang menjadi ikon religi Sumbar tersebut. Masjid Raya Sumbar juga belum melakukan kebijakan menggulung karpet dan tidak mengatur jarak antarsatu jamaah dengan jamaah lain.

Ke depan, Nasrul akan berkonsultasi dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno untuk kemungkinan membatasi kegiatan di Masjid Raya Sumbar. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA