Jumat 20 Mar 2020 16:17 WIB

Atasi Covid-19, Pemkot Bandung Siapkan Dana Rp 75 Miliar

Saat ini banyak kebutuhan mendesak terkait penanganan virus corona yang harus diatasi

Petugas memasang tanda batas shaf (barisan) antarjamaah di Masjid Al-Muttaqien, di komplek Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3). Pemberian jarak shaf dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran wabah Corona atau Covid-19.(Edi Yusuf/Republika)
Foto: Edi Yusuf/Republika
Petugas memasang tanda batas shaf (barisan) antarjamaah di Masjid Al-Muttaqien, di komplek Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3). Pemberian jarak shaf dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran wabah Corona atau Covid-19.(Edi Yusuf/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp 75 miliar untuk memenuhi berbagai kebutuhan penanganan virus Corona atau COVID-19 hingga tuntas.

“Rp 75 miliar itu total. Untuk sosialisasi yang sekarang juga sedang terus berjalan. Nanti ada tempat pencucian tangan di ruang publik. Nanti ada 30 titik tapi dipilih yang harus ada saluran airnya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Jumat (30/3).

Menurutnya saat ini banyak kebutuhan yang mendesak seperti alat pelindung diri (APD) dan penyanitasi tangan atau hand sanitizer khususnya bagi para petugas medis yang menangani pasien COVID-19. Guna memenuhi kebutuhan para tenaga medis tersebut, Pemkot Bandung terlebih dahulu akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 7 miliar. "Nantinya anggaran itu bakal dioptimalkan  Dinas Kesehatan Kota Bandung. "Dana Rp7 miliar itu baru sebagian dari total yang kita siapkan,” kata Ema.

Dengan dukungan dana tersebut, ia berharap akan mencukupi juga. Selain digunakan untuk kebutuhan APD petugas medis juga disiapkanuntuk penyediaan disinfektan. Karena disinfektan juga sangat diperlukan untuk sterilisasi sejumlah fasilitas publik.“Tempat ibadah, ruang publik seperti taman, terminal, mudah-mudahan dengan dana ini untuk kepentingan seperti itu bisa terakomodir,” katanya.

Dia memastikan Pemkot Bandung terus berupaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. Dengan demikian warga tidak perlu panik dan selalu tetap waspada terkait virus tersebut. “Kami terus menyosialisasikan dan mengedukasi. Sisi fasilitas secara bertahap kita siapkan. Tetapi terpenting juga partisipasi masyarakat,” katanya.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement