Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Erick Thohir: BUMN Harus Siap Rugi

Jumat 20 Mar 2020 15:34 WIB

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui beratnya situasi yang tengah terjadi pada dunia ekonomi juga berdampak pada target pendapatan BUMN.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui beratnya situasi yang tengah terjadi pada dunia ekonomi juga berdampak pada target pendapatan BUMN.

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Meski berharap dividen tercapai, Erick mengakui kondisi saat ini cukup berat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bicara blak-blakan mengenai kondisi yang dihadapi perusahaan-perusahaan pelat merah dalam menghadapi dampak corona. Erick tak menampik beratnya situasi yang tengah terjadi pada dunia ekonomi yang juga berdampak pada target pendapatan BUMN.

Baca Juga

"Banyak pertanyaan mengenai bagaimana pendapatan BUMN. Saya sampaikan kita harus siap rugi pada hari ini, bukan rugi-rugian tapi memang kondisinya di dunia seperti ini," ujar Erick dalam konferensi digital yang dilakukan Kementerian BUMN, Jumat (20/3).

Erick mengaku tidak malu mengakui apa yang tengah dihadapi BUMN saat ini. Erick juga secara jujur mengakui beratnya target peningkatan dividen BUMN yang pernah dia sampaikan sebelum corona melanda dunia. 

Erick sejatinya tetap ingin mendorong peningkatan dividen BUMN. Namun dia harus jujur melihat kondisi yang sedang terjadi.

"Mengenai dividen tahun depan ya jujur saja pasti berat. Kita berharap dividen tahun depan bisa tetap (tercapai), tapi bukan tidak mungkin tidak tercapai. Kita harus melakukan antisipasi dari sekarang, memang sangat berat. Itu lah keadaan yang harus kita hadapi," ucap Erick.

Kementerian BUMN, kata Erick, akan menjaga dengan melakukan stress test kepada BUMN yang terdampak. Erick berharap ada jalan keluar dari kondisi yang terjadi saat ini.

"Saya yakin Indonesia negara besar dan kuat, pasti kita akan pulih walau perlu waktu beberapa bulan ke depan," kata Erick menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA