Jumat 20 Mar 2020 10:06 WIB

Sumbar Produksi Massal Hand Sanitizer di Lab Dikti

Sumbar akan membagikan hand sanitizer gratis hasil produksi massal

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Sumbar akan membagikan hand sanitizer gratis hasil produksi massal. Ilustrasi.
Foto: ANTARA/Bayu Pratama
Sumbar akan membagikan hand sanitizer gratis hasil produksi massal. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai memproduksi secara massal hand sanitizer untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19). Produksi hand sanitizer dilakukan di Laboratorium Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL DIKTI) Wilayah X.

“Ada keterbatasan bahan baku. Tapi kita sudah produksi puluhan liter. Mudah-mudahan Senin bisa dibagikan gratis pada masyarakat,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dihubungi dari Padang, Jumat (20/3).

Baca Juga

Menurutnya, bahan baku yang didapatkan dari salah satu distributor di Padang yaitu PT. Novalindo Jaya Utama telah didistribusikan ke laboratorium LL DIKTI untuk diracik. Agar hasilnya maksimal, hand sanitizer itu harus diendapkan tiga hari sebelum bisa digunakan oleh masyarakat.

Nasrul menyebut hand sanitizer menjadi salah satu kebutuhan masyarakat saat ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Namun, keberadaannya di pasaran sudah sangat langka.

Beberapa jenis hand sanitizer yang dijual pedagang, termasuk di media sosial, ada yang tidak jelas produsen apalagi standarisasinya. Harganya juga saat mahal mencapai Rp 270 ribu per botol. "Hand sanitizer yang diracik di laboratorium LL DIKTI wilayah X ini sudah standar WHO jadi aman digunakan," katanya.

Untuk proses pembuatan, pihak laboratorium LL DIKTI tidak membutuhkan waktu lama karena fasilitas laboratorium dan tenaga ahli sudah ada. Tinggal menyediakan bahan baku saja.

Hand sanitizer ini kita upayakan bisa terus diproduksi, dikemas dalam botol spray kecil, dan dibagikan gratis pada masyarakat," ujarnya. Nasrul berharap seluruh lembaga yang memiliki laboratorium analisis dapat memproduksi hand sanitizer setidaknya untuk kebutuhan internal.

Analis laboratorium LL DIKTI Wilayah X, Irna Humaira, menyebut hand sanitizer yang dihasilkan ditambah dengan ekstrak minyak atsiri jeruk untuk menyamarkan bau alkohol. “Ekstrak minyak atsiri jeruk itu sebagai aroma wewangian dan sekaligus meminimalkan bau alkohol yang cukup menyengat,” terang Irna.

Menurutnya formula tersebut bisa dibagikan kepada siapa yang membutuhkan sehingga bisa meracik sendiri. Irna menambahkan, LL DIKTI wilayah X membuka ruang untuk lembaga atau instansi lain jika ingin memproduksi hand sanitizer. Tim ahli yang ada di laboratorium siap membantu pihak terkait jika memang ingin memproduksinya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement