Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

WFH, Pesanan Layanan Antar Pertamina Laris

Jumat 20 Mar 2020 08:58 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Christiyaningsih

Layanan pemesanan LPG non subsidi melalui call center 135 mengalami kenaikan. Ilustrasi.

Layanan pemesanan LPG non subsidi melalui call center 135 mengalami kenaikan. Ilustrasi.

Foto: Pertamina
Layanan pemesanan LPG non subsidi melalui call center 135 mengalami kenaikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merebaknya wabah virus corona memaksa masyarakat untuk bisa tetap dirumah atau istilah Work From Home (WFH). Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, PT. Pertamina membuka layanan antar untuk LPG dan BBM.

Permintaan LPG baik subsidi maupun non subsidi di wilayah Marketing Operation Region III yang meliputi propinsi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat pada periode Januari 2020 sampai pekan kedua Maret masih relatif stabil. Keterangan ini diungkapkan Unit Manager Communication & CSR MOR III Dewi Sri Utami.

Baca Juga

Menurutnya layanan pemesanan LPG non subsidi melalui call center 135 mengalami kenaikan. Pada kurun waktu Maret (hingga tanggal 18) terjadi peningkatan hingga 64 persen dibandingkan pemesanan di Februari 2020. Kenaikan yang terjadi yakni dari 159 pemesanan menjadi 261 pemesanan.

Dewi menjelaskan di wilayah MOR III untuk periode Januari 2020 hingga 15 Maret 2020, pembelian LPG NPSO (non subsidi) bagi sektor ritel yang terdiri dari LPG Bright Gas 5,5 kilogram (Kg) dan 12 Kg, serta LPG tabung biru 12 Kg naik rata-rata 3 persen dibandingkan konsumsi periode yang sama tahun 2019, atau total sekitar 41 ribu metric ton (MT)

Kebutuhan LPG subsidi 3 Kg untuk wilayah MOR III pada periode yang sama, cukup stabil, atau sama seperti tahun 2019 sekitar 410 ribu MT. Dewi menambahkan, pihaknya akan terus memantau sekaligus memastikan kecukupan pasokan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dengan adanya himbauan pemerintah agar belajar dan bekerja di rumah serta membatasi mobilisasi keluar rumah, berimplikasi pada peningkatan permintaan untuk keperluan rumah tangga. Sementara pelaku usaha makanan seperti kantin dan pujasera juga mengurangi pembelian LPG atau bahkan menutup sementara usahanya, sehingga permintaan secara total di masyarakat tidak berubah secara signifikan,” jelas Dewi, Kamis (19/2).

Khusus untuk wilayah Jabodetabek, konsumsi LPG non subsidi hingga 15 Maret 2020 naik 8 persen. Wilayah Bekasi dan Tangerang mencatatkan pertumbuhan permintaan terbesar yakni rata-rata 6 persen dengan kenaikan terutama pada produk Bright Gas 5,5 Kg. Adapun permintaan dipenuhi melalui pembelian langsung maupun layanan pemesanan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA