Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Kedubes Israel di Lima Negara Ditutup karena Virus Corona

Kamis 19 Mar 2020 12:36 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Bendera Israel (ilustrasi)(Antara)

Bendera Israel (ilustrasi)(Antara)

Foto: Antara
Duta Besar Israel di sejumlah negara terinfeksi virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel menutup lima kedutaan besarnya di Jerman, Spanyol, Yunani, Belanda, dan Siprus Selatan, karena pandemi virus corona. Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth melaporkan, Kedutaan Israel di Jerman tutup setelah Duta Besar Jeremy Issacharoff dan asistennya dinyatakan positif terkena virus corona.

Hal serupa juga terjadi di Spanyol. Duta besar Israel di Madrid positif terkena virus corona. Sementara, di Athena, satu anggota staf kedutaan dan keluarganya dinyatakan positif. Anggota staf kedutaan di Den Hagg dan Siprus Selatan juga dilaporkan positif.

Pada Rabu lalu, Israel mengkonfirmasi 90 kasus baru, sehingga total menjadi 427. Pemerintah Israel mulai menggunakan teknologi pemantauan ponsel untuk mencegah pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19.

Kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui peraturan darurat yang menugaskan badan intelijen, Shin Bet melacak pergerakan orang yang terinfeksi oleh virus corona melalui ponsel. Pelacakan tersebut sudah mulai berlaku sejak Selasa (17/3).

Di bawah peraturan baru, data seluler yang biasanya digunakan untuk tindakan anti-terorisme akan digunakan oleh Kementerian Kesehatan untuk melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien virus corona.

Pemantauan melalui dunia maya semacam ini biasanya membutuhkan ratifikasi parlementer dan pengawasan yudisial. Namun, Netanyahu melewati proses itu dan mengumumkan perintah darurat. Pihak berwenang Israel mengatakan, pemantauan siber yang berlaku selama dua minggu ke depan bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Kementerian Kesehatan Israel menerbitkan arahan baru yang melarang penduduk meninggalkan rumah untuk alasan yang tidak penting. Kementerian juga menghentikan operasional angkutan umum pada malam hari, menutup area pantai, taman, sekolah, pusat perbelanjaan, restoran, dan bioskop.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA