Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Wapres: Pemerintah Sedang Kembangkan Vaksin Corona

Kamis 19 Mar 2020 12:32 WIB

Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Foto: dok. KIP/Setwapres
Pemerintah sudah mulai membicarakan vaksin corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah saat ini sedang mengembangkan penelitian untuk menemukan vaksin Covid-19. Penelitian ini melalui kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan beberapa BUMN terkait.

"Sudah mulai dilakukan pembicaraan karena ini kan memang sebuah ancaman. Setiap ada ancaman, kita berusaha terus kalau bisa memproduksi vaksin sendiri. Oleh karena itu, kita sedang mengembangkan risetnya," kata dia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (19/3).

Penelitian terhadap vaksin tersebut, kata dia, dilakukan di bawah koordinasi BRIN dan Kementerian Kesehatan, dengan melibatkan BUMN serta kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian yang berkaitan dalam penelitian tersebut. "Tentu koordinasinya di bawah BRIN, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, bersama dengan lembaga-lembaga terkait, yaitu BUMN yang punya perusahaan farmasi," katanya menambahkan.

Ia mengatakan,menciptakan vaksin memerlukan waktu yang tidak singkat. Karena itu, selama menunggu hasil penelitian tersebut, pemerintah tetap memberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran WHO.

"Memang untuk membuat vaksin itu perlu waktu. Oleh karena itu, kita secara bersama-sama tidak hanya menunggu vaksin, tetapi melakukan cara-cara yang sudah sesuai dengan protokol WHO dalam menangani wabah ini," ujarnya.

Sementara itu, Universitas Airlangga, Surabaya, telah mempersiapkan proposal untuk penelitian vaksin Covid-19. Rektor Universitas Airlangga, Mohammad Nasih, mengatakan, Institut Penyakit Tropis Universitas Airlangga telah mengantongi enam sampel spesimen positif Covid-19 dan menunggu izin dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan.

"Memang proses dan waktunya cukup panjang. Tapi, kami optimistis dengan seizin Balitbangkes, kami akan bisa mengembangkan itu," kata Nasih.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA