Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Menyiapkan Diri Jelang Ramadhan di Tengah Corona

Kamis 19 Mar 2020 10:46 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Menyiapkan Diri Jelang Ramadhan di Tengah Corona. Warga muslim melakukan salat di Masjid Agung Al-Barkah, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/3/2020). (ANTARA/Suwandy)

Menyiapkan Diri Jelang Ramadhan di Tengah Corona. Warga muslim melakukan salat di Masjid Agung Al-Barkah, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/3/2020). (ANTARA/Suwandy)

Foto: ANTARA/Suwandy
Ramadhan di tengah wabah corona menimbulkan ketidakpastian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan sudah dekat, tetapi bagi banyak orang waktu yang menyenangkan dalam Ramadhan tahun ini sekarang penuh dengan kecemasan dan ketidakpastian. Hal itu lantaran merebaknya virus corona jenis baru (Covid-19).

Baca Juga

Banyak yang bertanya-tanya apakah akan ada shalat tarawih di masjid, apakah bisa berbuka puasa bersama kerabat dan teman-teman seperti yang biasa mereka lakukan, padahal berkumpul bersama banyak orang sangat tidak disarankan di tengah wabah ini. Dilansir di About Islam, Kamis (19/3), banyak negara memerintahkan warga mengurangi aktivitas di luar rumah.

Bahkan tak sedikit negara yang melakukan tindakan lockdown. Tak tekecuali aktivitas keagamaan, seperti shalat Jumat, halaqah, dan aktivitas kemasjidan lainnya. Pengurangan aktivitas ini pun membuat umat Muslim khawatir mengenai pelaksanaan aktivitas keagamaan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Jika rekomendasi saat ini untuk menghindari pertemuan besar tetap ada, mungkinkah ibadah tersebut bisa dilaksanakan secara normal?

Bahkan suplai makanan tidak seaman seperti biasanya, orang-orang panik dan mengisi persediaan makanan mereka. Ini adalah masalah nyata, tidak diragukan lagi.

Tak hanya itu, masyarakat dunia Muslim juga kehilangan koneksi komunitas yang begitu sentral dalam Ramadhan nanti apabila kondisi saat ini belum berubah. Kendati demikian, umat Muslim juga harus ingat Ramadhan hanya datang setahun sekali, dan masih ada banyak cara yang bisa disiapkan untuk itu dan memanfaatkannya sebaik mungkin sambil tetap aman dan waspada.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa umat Muslim lakukan untuk mempersiapkan Ramadhan, bahkan selama masa-masa yang tidak pasti seperti ini.

Dekatkan diri dengan Alquran

Ketika melewati ketakutan dan kesulitan, lebih penting dari sebelumnya untuk terhubung dengan Allah melalui Kitab-Nya. Alquran benar-benar pesan abadi dan ada sesuatu di dalamnya untuk membantu kita melalui setiap situasi.

Untuk itulah saat ini adalah waktu yang tepat untuk membiasakan diri membaca Alquran lebih sering sehingga kita dapat terus membacanya setiap hari di bulan Ramadhan. Membaca Alquran juga merupakan kegiatan independen yang dapat dilakukan terlepas dari apakah kita dapat berkumpul dalam kelompok besar atau tidak.

Sehingga hal itu merupakan praktik yang baik dan praktis untuk mengikuti perkembangan di saat seperti ini. Konsistensi adalah kunci dalam membentuk kebiasaan. Jika Anda ingin akhirnya membaca satu juz Alquran per hari atau setengahnya, maka mulailah pelan-pelan dan tingkatkan ke jumlah itu hingga mampu.

Hal utama adalah membiasakan membaca secara harian, bahkan jika itu kurang dari yang kita harapkan dari diri kita sendiri, dan teruskan dari sana. Umat Islam bahkan diberi tahu bahwa perbuatan terbaik adalah yang dilakukan secara konsisten, meskipun tindakannya kecil.

photo
Sejumlah anak jalanan belajar mengaji Iqro di Pancasan, Kota Bogor, Jawa Barat. - (Antara/Arif Firmansyah)

Membantu orang lain

Ramadhan adalah waktu bagi komunitas Muslim untum saling memberi. Umat Muslim didorong membantu orang lain melalui kegiatan amal dan sumbangan.

Bahkan mereka yang tidak dalam posisi untuk memberikan uang dapat membantu orang lain melalui waktu dan energi mereka. Umat Muslim juga harus memikirkan bagaimana harusnya masih bisa membantu orang lain di saat seperti ini tanpa membahayakan kesehatan atau keselamatan.

Salah satu contohnya adalah memperhatikan orang-orang tua dalam kehidupan kita, serta mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Orang-orang tersebut memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit serius dan berbahaya dari Covid-19. Salah satu cara membantu mereka adalah dengan berbelanja bahan makanan untuk mereka atau mengerjakan pekerjaan mereka, seperti pergi ke kantor pos dan lain-lain.

Ini akan mengurangi paparan mereka terhadap infeksi virus tanpa meningkatkan risiko yang lainnya. Mereka yang tidak dapat menjalankan hal ini, masih dapat membantu dengan memeriksa keadaan mereka melalui telepon dan pesan teks.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA