Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Australia Ingatkan Krisis Corona Bisa Hingga Enam Bulan

Kamis 19 Mar 2020 10:40 WIB

Red: Nidia Zuraya

 Perdana Menteri Australia Scott Morrison.(EPA-EFE/Peter Rae)

Perdana Menteri Australia Scott Morrison.(EPA-EFE/Peter Rae)

Foto: EPA-EFE/Peter Rae
PM Australia menyerukan warga Australia untuk menunda perjalanan lintas negara.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan status darurat biosekuriti pada manusia akibat virus corona pada Rabu (18/3). Morrison juga menyebut krisis pandemi ini bisa bertahan hingga enam bulan.

Pernyataan formal tersebut memberikan kuasa pada pemerintah untuk melakukan penutupan kota atau wilayah, menerapkan jam malam, serta mewajibkan warga melakukan karantina jika dianggap perlu dalam langkah penahanan sebaran virus corona. Morrison juga menyerukan kepada seluruh warga Australia untuk menyingkirkan keinginan atau rencana perjalanan lintas negara.

Peningkatan anjuran perjalanan menjadi “Level 4: Dilarang Berpergian” ke negara mana pun di seluruh dunia disertai dengan larangan berkumpul yang tidak penting di dalam ruangan dengan peserta lebih dari 100 orang. “Kehidupan berubah di Australia, sebagaimana yang terjadi juga di seluruh dunia,” ujar Morrison dalam konferensi pers melalui stasiun televisi.

Dia menambahkan, “Hidup akan terus berubah, seiring dengan langkah kita menangani corona yang mengglobal. Ini adalah semacam peristiwa sekali dalam seratus tahun.”

Sejauh ini, Australia telah mencatatkan lebih dari 500 kasus positif Covid-19 dan enam kasus kematian akibat infeksi virus corona jenis baru yang menyerang saluran pernapasan itu. Angka tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan sejumlah negara di dunia dengan tingkat paparan yang parah dengan kasus mencapai ribuan hingga puluhan ribu.

Baca Juga

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA