Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Sekjen MUI Imbau Jamaah Tabligh Batalkan Ijtima di Gowa

Kamis 19 Mar 2020 08:16 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Ani Nursalikah

Sekjen MUI Imbau Jamaah Tabligh Batalkan Acara di Gowa. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas(Republika TV/Havid Al Vizki)

Sekjen MUI Imbau Jamaah Tabligh Batalkan Acara di Gowa. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas(Republika TV/Havid Al Vizki)

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Sekjen MUI meminta umat tak menganggap enteng bahaya virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau jamaah tabligh tidak melanjutkan acaranya yang akan diselenggarakan di Gowa, Sulawesi Selatan. MUI meminta penyelenggara membatalkan acaranya karena virus corona masih mewabah di Indonesia.
 
"Kita tidak boleh menganggap enteng bahaya dari virus corona ini karena kalau kita tidak mampu dan  tidak berhasil memutus mata rantai penularannya, maka korbannya tentu akan berjatuhan," kata Sekretaris Jenderal MUI KH Anwar Abbas, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (19/3).

KH Anwar mengatakan virus corona menyebar dari orang ke orang dalam jarak dekat, maka kita harus menjauhi keramaian atau berkumpul dalam jumlah yang banyak. Itulah sebabnya MUI mengeluarkan fatwa tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19.

Karena cepatnya penyebaran corona, banyak organisasi dan lembaga yang semula akan menyelenggarakan muktamar dan atau diskusi serta seminar membatalkan atau menundanya. "Hal ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," katanya.

KH Anwar mengatakan, kalau ada organisasi dan atau kelompok yang berencana akan menyelenggarakan acara dengan menghadirkan banyak orang, disarankan tidak menyelenggarakannya. Hal ini demi terhindarnya bangsa ini dari wabah corona.

"Oleh karena itu kaidah dar'ul mafasid muqoddam 'ala jalbil mashalih atau menghindari dan menjauhi kemafsadatan harus kita dahulukan dari menarik kemashlahatan. Tentu dalam hal ini harus benar-benar kita kedepankan agar bencana dan malapetaka tidak mengenai diri dan bangsa ini," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA