Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Kunjungan Wisata ke Puncak Bogor Menurun

Rabu 18 Mar 2020 20:25 WIB

Red: Christiyaningsih

Sejumlah pengujung mencoba wisata paralayang di kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat. Bupati Bogor Ade Yasin menyebut kunjungan wisata di kawasan Puncak menurun. Ilustrasi.

Sejumlah pengujung mencoba wisata paralayang di kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat. Bupati Bogor Ade Yasin menyebut kunjungan wisata di kawasan Puncak menurun. Ilustrasi.

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Bupati Bogor Ade Yasin menyebut kunjungan wisata di kawasan Puncak menurun

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG - Bupati Bogor Ade Yasin menyebut kunjungan wisata di kawasan Puncak Kabupaten Bogor Jawa Barat menurun. Kondisi ini terjadi setelah pemerintah memberlakukan masa pencegahan penularan virus corona atau COVID-19 selama dua pekan.

"Kunjungan wisata ada penurunan karena masyarakat sudah sadar terhadap diri sendiri, bahwa harus diam di rumah menjaga diri sendiri," ujarnya kepada Antara di Bogor, Rabu (18/3).

Di tengah kekhawatiran corona, sejumlah kepala daerah lain menutup wisata di wilayahnya selama dua pekan guna mencegah penularan COVID-19. Akan tetapi Ade Yasin mengambil langkah untuk tidak menutup objek wisata di selatan Kabupaten Bogor itu.

Keputusan ini menurutnya bukan tanpa alasan. Dia mengatakan perekonomian di Puncak Kabupaten Bogor akan lumpuh objek wisata yang kerap dikunjungi turis maupun wisatawan domestik itu tutup.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengaku berupaya mencegah penularan COVID-19 dengan cara membatasi kunjungan wisata orang asing. "Makanya kami lakukan semi lock artinya wisata masih boleh kita persilakan untuk yang domestik. Tapi yang wisatawan asing kita ada pengawasan khusus orang asing," kata Ade Yasin.

Namun, Ade belum merinci angka penurunan yang dimaksud ke kawasan wisata Puncak. Meski begitu, ia menegaskan belum ada kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bogor. Adapun yang masih dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) tujuh orang, pasien dalam pengawasan (PDP) satu orang, dan belum ada satupun yang berstatus terduga.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA