Rabu 18 Mar 2020 12:23 WIB

Pasien Suspect Corona di Babel Bertambah

Sampel dua pasien asal Balitung Timur dikirim ke Jakarta.

Satu penumpang asal Malaysia dalam keadaan kurang sehat dan memiliki ciri-ciri suspect Corona di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dievakuasi ke RSUP M Djamil Padang, Senin (16/3)(Dok Istimewa )
Foto: Dok Istimewa
Satu penumpang asal Malaysia dalam keadaan kurang sehat dan memiliki ciri-ciri suspect Corona di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dievakuasi ke RSUP M Djamil Padang, Senin (16/3)(Dok Istimewa )

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Pasien suspect virus covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertambah menjadi sembilan orang dan diisolasi di rumah sakit rujukan guna mencegah penyebaran virus corona itu.

"Berdasarkan informasi terbaru pasien suspect Covid-19 bertambah dua orang, sehingga jumlah kasus suspect virus corona ini sebanyak sembilan orang," kata Ketua Satgas Pencegahan Covid-19 Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa, Rabu (18/3).

Ia mengatakan, dua pasien suspect Covid-19 hari ini berasal dari Belitung Timur dan telah dirawat secara intensif di RSUD Marsidi Judono Tanjung Pandan Belitung, guna mencegah penyebaran virus tersebut.

"Saat ini pasien sudah di ruang isolasi dan diawasi ketat oleh tim medis, sehingga masyarakat diharapkan jangan panik dan tidak perlu khawatir," ujarnya.

Menurut dia, empat dari sembilan total kasus suspect virus Corona itu sudah dinyatakan negatif covid-19, sementara dua pasien lainnya masih menunggu hasil spesimen dari Jakarta.

"Saat ini tim dokter di RSUD Marsidi Judono Tanjung Pandan telah mengambil sampel yang diperlukan dari dua orang pasien suspect asal Belitung Timur untuk dikirim ke Jakarta," katanya.

Ia memastikan pasien suspect Covid-19 sudah ditangani oleh tim medis dan pasien tidak boleh dikunjungi oleh pihak keluarga. Pihak keluarga yang sebelumnya kontak langsung dengan pasien juga dilakukan pemantauan oleh tim Satgas Pencegahan Covid-19 Kepulauan Babel.

"Keluarga yang melakukan kontak dengan pasien juga dipantau, untuk memastikan ada tidak gejala demam, batuk dan sesak nafas selama 14 hari setelah kontak dengan pasien," katanya.

Ia berharap hasil spesimen pasien suspect Covid-19 dari rumah sakit Jakarta negatif dan masyarakat diminta tidak terlalu cemas atau panik terhadap wabah virus corona tersebut. "Kita masih menunggu hasil spesimen dan diharapkan hasilnya negatif," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement