Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Turki Umumkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Rabu 18 Mar 2020 07:08 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nur Aini

(Ilustrasi) Petugas Kesehatan di Rumah Sakit merawat pasien yang diduga terpapar virus corona.(The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Hando)

(Ilustrasi) Petugas Kesehatan di Rumah Sakit merawat pasien yang diduga terpapar virus corona.(The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Hando)

Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Hando
Jumlah kasus virus corona di Turki naik menjadi 98.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA  -- Turki mengumumkan kematian pertama karena virus corona pada Selasa (17/3) malam waktu setempat. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Turki Fehrettin Koca dalam jumpa pers seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (18/3).

Baca Juga

Koca menjelaskan, pasien terinfeksi virus corona yang meninggal itu berusia 89 tahun. Sedangkan, 51 kasus infeksi corona lainnya saat ini tengah melewati proses diagnosis. Dari data terbaru, jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di Turki naik menjadi 98.

Turki mengumumkan kasus pertama orang yang terpapar virus Covid-19 pada Rabu (11/3) lalu. Pemerintah mengatakan, seluruh tindakan pencegahan tengah dijalankan. "Seorang warga negara Turki laki-laki dinyatakan positif terkena virus corona tadi malam," ujar Koca ketika itu.

Koca mengatakan, individu yang terinfeksi tertular virus setelah kembali dari Eropa. Kini, dia tengah menjalani masa isolasi. "Kondisi umum pasien baik. Semua anggota keluarganya dan mereka yang melakukan kontak dengannya sedang dalam pengawasan," ujarnya.

Kemudian pada Ahad (15/3) waktu setempat, Turki mengumumkan kasus infeksi virus corona atau Covid-19 yang ke-18. Menteri Koca saat itu mengatakan, sebanyak 12 orang lebih telah didiagnosis terinfeksi virus tersebut, sehingga jumlah total kasus di negara itu menjadi 18.

Koca menjelaskan, di antara yang suspek itu, dua orang yang melakukan kontak dengan kasus pertama dinyatakan positif virus corona. Dia juga mengungkapkan dari mana beberapa pasien berasal. Tujuh kasus datang dari Eropa dan tiga dari AS. "Setiap kasus yang terdeteksi dan setiap isolasi adalah langkah keamanan bagi kita semua," kata dia.

Situs web yang mengumpulkan jumlah kasus infeksi corona terbaru, Wordometer, mencatat dari 197 ribu lebih kasus yang dikonfirmasi, jumlah kematian sekarang melebihi 7.900. Sementara lebih dari 81 ribu pasien telah pulih.

Jumlah kasus aktif yaitu ada lebih dari 107 ribu, di antaranya 93 persen ringan dan 7 persen dalam kondisi kritis, menurut situs web tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan Eropa sebagai pusat virus corona atau Covid-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, China Desember lalu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA