Selasa 17 Mar 2020 23:17 WIB

Satgas Sulut: Penyakit Penyerta Pasien Isolasi Cukup Berat

Pasien mempunyai penyakit gagal ginjal hingga hipertensi.

Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo,(Antara/Umarul Faruq)
Foto: Antara/Umarul Faruq
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo,(Antara/Umarul Faruq)

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulawesi Utara (Sulut), dr Steaven Dandel mengatakan, penyakit penyerta pasien yang sebelumnya dikonfirmasi positif Corona cukup berat. Pasien tersebut mempunyai beragam penyakit.

"Pasien tersebut mengalami gagal ginjal, diabetes melitus dan hipertensi. Justru penyakit penyerta ini yang sementara ini ditanggulangi tenaga medis RSUP Kandou," kata dr Steaven di Manado, Selasa.

Baca Juga

Dia merunut kronologis diisolasinya pasien berusia 51 tahun berjenis kelamin laki-laki yang dikonfirmasi positif COVID-19.

Sampel pasien diambil dan dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan RI pada 10 Maret 2020 dan hasilnya diperoleh tanggal 14 Maret 2020, terkonfirmasi positif COVID-19.

Akan tetapi setelah mendapatkan perawatan, sampel kedua yang diambil dan dikirim pada 11 Maret 2020 dan diterima tanggal 15 maret 2020 dikonfirmasi negatif. "Ini fakta," kataSteaven.

Konversi status positif ke negatif ini, lanjut dia, harus dipahami bahwa penyakit yang disebabkan virus sebagian besar bisa sembuh sendiri.

"Ketika mendapatkan perawatan baik, virus bisa hilang dalam tubuh, itu fakta ilmiah yang harus kita ketahui bersama," ujarnya.

Pasien yang diisolasi yang sebelumnya dikonfirmasi positif COVID-19 dan sehari setelahnya dinyatakan negatif itu pernah melakukan perjalanan ke luar negeri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement