Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Okupansi Hotel Yogyakarta Turun Hampir 20 Persen

Selasa 17 Mar 2020 18:16 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Berharap Dengan Wisatawan Domestik. Wisatawan domestik menggunakan becak di Kawasan ikonik pedestrian Malioboro, Yogyakarta, Ahad (8/3).(Wihdan Hidayat/ Republika)

Berharap Dengan Wisatawan Domestik. Wisatawan domestik menggunakan becak di Kawasan ikonik pedestrian Malioboro, Yogyakarta, Ahad (8/3).(Wihdan Hidayat/ Republika)

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Wabah covid-19 berdampak pada penurunan okupansi hotel.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Wabah Coronavirus Disease (Covid) 19 di Indonesia berdampak besar ke usaha penginapan di DIY. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo mengatakan, penurunan sudah hampir 20 persen.

"Per 14 Maret 2020 sudah turun 15 persen, hari ini (17 Maret 2020) penurunan okupansi hotel di Yogyakarta sudah 17-20 persen," kata Deddy, Selasa (17/3).

Ia berpendapat, Yogyakarta yang sudah menjadi salah satu pandemi memang mau tidak mau berdampak ke tingkat kunjungan wisata. Walaupun, secara kunjungan Yogyakarta cukup berbeda karena 80 persen kunjungan berasal dari domestik.

Untuk itu, Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI DIY telah mengumpulkan General Manager Hotel dan Manager Restoran. Tujuannya, memberikan edukasi pencegahan maupun penanganan Covid-19 ke tempat masing-masing.

"Intinya, kita tidak boleh panik, tapi mempersiapkan langkah-langkah yang benar," ujar Deddy.

PHRI, kata Deddy, cuma akan memberikan pedoman-pedoman utama pencegahan maupun penanganan. Artinya, masing-masing hotel dan restoran akan memiliki SOP sendiri-sendiri terkait pencegahan maupun penanganan.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Kukuh Wibawanto menuturkan, mereka terus mengawal ketat apa yang dilakukan pemerintah. Termasuk, stimulus-stimulus yang dijanjikan pemerintah.

"Sebab, sampai saat ini insentif-insentif berupa keringanan pajak hotel dan restoran itu belum sampai ke daerah-daerah," kata Kukuh.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA