Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Anies: Tunda Rencana Pulang Kampung

Ahad 15 Mar 2020 14:42 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nora Azizah

Anies minta warga untuk tidak mudik sampai kondisi penularan terkendali (Foto: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan)

Anies minta warga untuk tidak mudik sampai kondisi penularan terkendali (Foto: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan)

Foto: Republika/Thoudy Badai
Anies minta warga untuk tidak mudik sampai kondisi penularan terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta warga untuk tidak pulang kampung alias mudik. Mereka berpendapat bahwa hal itu perlu dilakukan guna mencegah penyebaran virus Covid-19 atau Corona hingga ke luar daerah.

"Tunda rencana pulang kampung sampai kondisi penularan terkendali," kata Anies melalui pesan suara di Jakarta, Ahad (15/3).

Dia mengkhawatirkan ada di antara warga Jakarta yang mudik dan tanpa disadari justru membawa virus tersebut ke kampung halaman atau ke wilayah lain. Dia juga meminta masyarakat sebisa mungkin untuk tidak bepergian ke luar kota.

"Karena Jakarta saat ini merupakan salah satu tempat di mana virus tersebut telah menular dari satu pribadi ke pribadi lain," kata Anies lagi.

Disaat yang bersamaan, dia juga kembali memingatkan warga akan langkah-langkah yang perlu dilakukan guna mencegah penularan virus mematikan tersebut. Dia meminta masyarakat untuk cuci tangan dengan sabun secara rutin dan sesering mungkin.

Anies juga mengimbau warga untuk menghindari berjabat tangan atau saling bercium pipi. Dia meminta masyarakat menggunakan metode lain untuk saling bersapa tanpa harus bersentuhan.

"Gunakan masker jika flu atau batuk dan pastikan bila batuk atau bersin maka tutupi mulut dan hidung dengan tissue atau dengan lipatan sikut tangan," katanya.

Anies juga mengingatkan warga untuk memeriksakan diri jika ada yang merasakan gejala serupa covid 19, pernah terpapar pada orang atau mendatangi wilayah yang terjangkit. Warga juga bisa melapor dengan menghubungi 112 atau kontak melalui WhatsApp ke nomor 081388376955.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA