Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Survei Tinggi, Bamsoet: Prabowo Punya Pemilih Loyal

Sabtu 14 Mar 2020 16:26 WIB

Rep: Mimi Kartika / Red: Agus Yulianto

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Prabowo dapat kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki pemilih yang loyal. Hal itu tercermin dalam sejumlah hasil survei pascapemilihan umum 2019 yang menyebutkan elektabilitas Menteri Pertahanan (Menhan) itu tinggi, bahkan berada di urutan pertama.

"Menurut saya ini menunjukkan bahwa Pak Prabowo memiliki pemilih yang loyal. Ada prediksi ketika beliau ditarik oleh Pak Jokowi menjadi Menhan, beliau akan ditinggalkan oleh pemilihnya, ternyata tidak. Jadi, ini menunjukkan bahwa Prabowo memiliki pemilih yang loyal, dan memang jumlahnya besar," ujar Bamsoet di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

Ia mengaku, tidak terkejut dengan hasil survei yang menyatakan Prabowo meraih elektabilitas tinggi setelah Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden Indonesia dengan dua periode. Menurut Bamsoet, Prabowo dapat kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024 mendatang.

Meskipun, Prabowo telah menelan kegagalan beberapa kali dalam kontestasi pemilihan presiden (pilpres). Bamsoet menuturkan, Prabowo dapat berhasil memenangkan tergantung dari rivalnya nanti dalam pilpres 2024 mendatang.

"Dan itu juga menunjukkan bahwa Prabowo pantas untuk maju kembali dalam Pilpres 2024. Pertanyaannya kemudian adalah, apa iya orang yang udah berkali-kali gagal lalu bisa? Bisa. Khofifah dua kali gagal, akhirnya terakhir bisa," kata Bamsoet.

Ia melanjutkan, hingga saat ini, setelah Pemilu 2019 berlalu, belum ada calon kuat yang bisa menandingi Prabowo. "Jadi sangat tergantung pesaing. Nah, sampai hari ini, belum ada pesaing yang potensial yang bisa menyamai Prabowo," tutur dia.

Sebelumnya, Cyrus Network merilis survei nasional terkait tingkat elektabilitas capres di 2024. Dalam simulasi tujuh nama survei itu, Prabowo Subianto mengantongi tingkat keterpilihan sebesar 23,8 persen, disusul mantan calon wakil presidennya Sandiaga Uno 18,8 persen, lalu Ganjar Pranowo 13,2 persen, Anies Baswedan 13 persen, Ridwan Kamil 8,2 persen, Khofifah Indar Parawansa 5,8 persen, dan Tito Karnavian tiga persen.

Survei ini dilakukan pada 24-30 Januari 2020 kepada 1.230 responden dengan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dan margin of error sebesar kurang lebih 2,85 persen. Responden tersebar di 123 kelurahan/desa di 34 provinsi di Indonesia.

Sementara itu, Partai Gerindra mengapreasi hasil survei Cyrus Network yang menempatkan Prabowo sebagai capres terkuat di 2024. Namun, Gerindra menegaskan belum ada pembicaraan di internal partai untuk kontestasi Pilpres 2024.

"Jadi semuanya ya kita lihat apresiasi masyarakat terhadap Pak Prabowo cukup tinggi. Cuma kami dari Partai Gerindra tentu tidak ingin terlalu prematur berspekulasi soal apa yang terjadi di tahun 2024," kata juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman.

Tingginya angka elektabilitas untuk Prabowo ini, dinilainya sebagai imbas dari keputusan politik yang tepat karena Gerindra bergabung ke pemerintah. Menurut Habiburokhman, hasil survei ini sebagai bentuk apresiasi publik terhadap kinerja Prabowo sebagai Menhan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA