Sabtu 14 Mar 2020 12:57 WIB

Bank Sentral Kanada Pangkas Suku Bunga Lagi Jadi 0,75 Persen

Dalam sembilan hari terakhir, Bank Sentral Kanada sudah dua kali memangkas suku bunga

(Ilustrasi) bendera Kanada(wikipedia.org)
Foto: wikipedia.org
(Ilustrasi) bendera Kanada(wikipedia.org)

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Bank sentral Kanada (BoC) memangkas suku bunga utama untuk kedua kalinya dalam sembilan hari terakhir pada Jumat (13/3). Pemangkasan suku bunga ini untuk memberikan jembatan mengatasi masalah ketika pihak berwenang berusaha mencegah potensi resesi di tengah wabah virus corona.

Bank sentral secara tak terduga memotong suku bunga overnight sebesar 50 basis poin menjadi 0,75 persen setelah mengambil langkah yang sama pada 4 Maret. Itu adalah pemotongan pertama yang tidak terjadwal sejak krisis keuangan 2008.

Baca Juga

Pada saat yang sama, Ottawa menjanjikan 10 miliar dolar Kanada (7,2 miliar dolar AS) dalam dukungan kredit untuk bisnis dan berjanji melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi warga Kanada, Reuters melaporkan.

Gubernur BoC Stephen Poloz membuat pengumuman pada konferensi pers bersama yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Menteri Keuangan federal Bill Morneau, yang berjanji akan meluncurkan paket stimulus substansial minggu depan.

Bank mengatakan pada Kamis (12/3) akan menambah likuiditas ke pasar. Poloz mengatakan kepada wartawan bahwa dia sangat prihatin dengan potensi kerusakan ekonomi dari virus corona dan harga minyak yang rendah, yang merupakan ekspor utama Kanada.

“Kami percaya semua ini akan bersifat sementara tetapi dapat lebih lama jika kepercayaannya terlalu rusak. Jadi tindakan ini dimaksudkan untuk menopang kepercayaan itu dan memberi kita jembatan untuk mengatasi masalah,” katanya, mengulangi bank siap untuk menurunkan suku bunga lagi jika diperlukan.

Langkah pada pemotongan suku bunga Jumat (13/3) membawa suku bunga acuan Kanada ke level terendah sejak September 2017. Pekan lalu, Poloz mengatakan ketahanan ekonomi dapat "diuji secara serius" oleh wabah tersebut.

"Ini tentu disambut baik dan tepat waktu mengingat betapa dramatisnya peristiwa telah memburuk minggu ini," kata Sal Guatieri, ekonom senior di BMO Capital Markets.

Dolar Kanada berbalik lebih tinggi, mencapai 1,3829 terhadap dolar AS, setelah awalnya melemah di tengah pemotongan suku bunga. Indeks acuan saham GSPTSE diperdagangkan naik 9,6 persen pada sore hari, setelah merosot tajam pada Kamis (12/3/2020).

Beberapa ekonom dalam beberapa hari terakhir memperkirakan ekonomi Kanada akan tergelincir ke dalam resesi karena tidak adanya stimulus pemerintah yang besar.

"Ini adalah waktu yang luar biasa dan itu berarti kami siap untuk mengambil tindakan luar biasa," kata Morneau.

"Kami akan melakukan apa pun untuk melindungi warga Kanada dan menjaga ekonomi kami kuat."

Selain itu, regulator perbankan Kanada memangkas jumlah modal pemberi pinjaman yang harus ditahan untuk menjaga terhadap risiko, suatu langkah yang katanya akan menambah 300 miliar dolar Kanada ke dalam kapasitas pinjaman oleh bank-bank besar.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement