Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Sikap Mukmin Menghadapi Korona

Jumat 13 Mar 2020 11:48 WIB

Red: Irwan Kelana

Wapres RI ke 10 dan 12 yang juga sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menyaksikan langsung Kick Off Gerakan Semprot Disinfektan 10.000 Masjid Antisipasi Penyebaran Virus Corona Covid-19 di Masjid Jami

Wapres RI ke 10 dan 12 yang juga sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menyaksikan langsung Kick Off Gerakan Semprot Disinfektan 10.000 Masjid Antisipasi Penyebaran Virus Corona Covid-19 di Masjid Jami

Foto: dok. Tim Media JK/Ade Danhur
Perbanyak doa, zikir, dan shalat malam.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Masyarakat dunia saat ini tengah dilanda musibah korona. Musibah tersebut menimbulkan berbagai dampak. Baik kesehatan, social, ekonomi bahkan pelaksanaan ibadah seperti shalat di masjid hingga umrah di Tanah Suci.

Lalu, bagaimanakah seorang Mukmin  menyikapi musibah penyakit, termasuk musibah penyakit korona? “Seorang Mukmin  menghadapi musibah tenang . Hal itu karena ia memiliki keimanan kepada Allah. Sedangkan orang kafir sangat ketakutan,” kata Ustaz Hamdy Al Bakri Lc saat mengisi pengajian guru dan tenaga kependidikan Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) di Masjid Al Ikhlas Bosowa Bina Insani, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/3).

Ustaz Hamdy mengemukakan beberapa hal yang dianjurkan dalam menghadapi musibah, termasuk musibah penyakit.  “Pertama, banyak berzikir,” ujarnya seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Kedua, berdoa seperti doanya Nabi Yunus, “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Al-Anbiya ayat 87).”

Allah mengabulkan doa Nabi Yunus, seperti disebutkan dalam kelanjutan ayat tersebut, “Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS Al-Anbiya ayat 88).

Ketiga, berlindung kepada Allah dari bala yang tidak bisa ditangguhkan.  “Di antara kebiasaan Rasulullah SAW adalah  selalu berlindung dari bala yang sulit untuk ditangguhkan,” ujarnya.

Keempat, setiap kali keluar rumah harus selalu membaca doa. Hal ini penting agar dilindungi Allah dan dijaga para malaikat.

Kelima, hendaknya meminta afiyah atau keselamatan. “Di antara zikir pagi dan petang adalah meminta keselamatan,” tuturnya. 

Keenam, memperbanyak doa. “Di antara momen terbaik untuk berdoa adalah saat sujud,” paparnya.

Ketujuh, hendaknya menjauhi tempat-tempat yang ada wabah  atau penyakit. “Artinya jauhi tempat-tempat tersebut,” ujarnya.

Kedelapan,  selalu berbuat baik kepada orang. “Peduli orang lain,  suka membantu orang lain,” tuturnya.

Kesembilan, merutinkan  shalat malam. “Rasulullah menganjurkan umatnya merutinkan shalat malam. Sebab, shalat malam termasuk pekerjaan orang-orang saleh; mencegah dari perbuatan dosa; dan bisa menghilangkan penyakit,” paparnya.

Kesepuluh, makanan yang ada dirumah harus ditutup.  “Demikian pula, tutuplah bejana-bejana yang ada di rumah,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA